Prediksi Harga Emas Bulan Ini, Bakal Menguat?

Prediksi Harga Emas Desember 2025, Penguatan Diperkirakan Terjadi

Prediksi Harga Emas Bulan Ini, Bakal Menguat?

Harga Emas Berpotensi Menguat pada Desember 2025

Harga emas diprediksi mengalami penguatan signifikan sepanjang Desember 2025. Prediksi ini muncul karena berbagai sentimen positif dari luar negeri, terutama dari Amerika Serikat (AS). Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa harga emas berpotensi naik ke US$ 4.263 per troy ons atau setara Rp 2,44 juta per gram di pasar domestik. Secara mingguan, emas bahkan berpeluang menguat hingga US$ 4.328 per troy ons, atau sekitar Rp 2,58 juta per gram.

Ibrahim menekankan bahwa jika momentum kenaikan muncul pada hari Senin, level US$ 4.263 per troy ons akan menjadi resisten pertama yang harus diperhatikan.

Optimisme Pasar Didukung Aktivitas Pemerintahan AS

Pasar menunjukkan optimisme setelah pemerintah federal AS kembali beroperasi pasca-shutdown. Data ekonomi yang tertunda, termasuk inflasi dan tenaga kerja untuk bulan September dan Oktober, akhirnya dipublikasikan dengan angka yang positif. Informasi ini berpotensi mendorong Bank Sentral AS, The Federal Reserve (The Fed), untuk menurunkan suku bunga, yang pada gilirannya memperkuat harga emas.

Ibrahim menambahkan bahwa awal bulan Desember, terutama minggu pertama, menjadi periode kunci bagi penguatan harga emas karena pasar mulai menyesuaikan diri dengan data ekonomi yang baru tersedia.

Pergantian Kepemimpinan The Fed Bisa Memicu Penurunan Suku Bunga

Pergantian pejabat di The Fed menjadi faktor penting lain yang memengaruhi harga emas. Presiden Donald Trump berencana mencalonkan Kevin Hassett, Direktur Dewan Ekonomi Nasional AS, sebagai Gubernur The Fed pengganti Jerome Powell yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2026.

Ibrahim memproyeksikan bahwa Hassett memiliki peluang besar diterima Kongres karena mayoritas anggota berasal dari Partai Republik, pendukung Trump. Bila Hassett resmi menjabat, kemungkinan besar The Fed akan menurunkan suku bunga lebih agresif, yang mendorong pelemahan dolar dan penguatan harga emas dunia.

Kondisi Pasokan Emas Dalam Negeri Menjadi Pemicu Kenaikan Harga

Di dalam negeri, harga emas juga mendapat tekanan dari pasokan yang terbatas. Masalah produksi di PT Freeport Indonesia membuat stok emas nasional berkurang drastis. Awalnya, Freeport menargetkan produksi 50 ton, namun kini hanya mampu memproduksi 25 ton. Produksi normal diperkirakan pulih pada April atau Mei 2026.

Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan ini membuat harga emas domestik sulit turun, sementara potensi kenaikannya tetap tinggi.

Penguatan Harga Emas Akan Terjadi

Dengan faktor global dari AS dan kondisi pasokan dalam negeri yang terbatas, harga emas berpeluang menguat sepanjang Desember 2025. Pelaku pasar sebaiknya memantau data ekonomi AS, kebijakan The Fed, serta pasokan emas nasional untuk menentukan strategi pembelian atau investasi logam mulia.