Jadi Beli Emas Bulan Ini Nggak? Simak Prediksi Harganya

Jadi Beli Emas Bulan Ini? Simak Prediksi Harga Desember 2025

Harga Emas Hari Ini di Jogja 13 November 2025: LM-Pegadaian Kompak Melejit!

Harga Emas Tunjukkan Tren Positif

Harga emas menunjukkan tren positif belakangan ini. Menjelang Desember 2025, para analis memperkirakan harga emas akan mengalami penguatan yang menjanjikan. Pengamat Mata Uang dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menyatakan bahwa faktor global menjadi pemicu utama kenaikan harga emas, khususnya kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS).

Prediksi Harga Emas dan Dampaknya untuk Investor

Ibrahim menjelaskan bahwa harga emas berpotensi mencapai US$ 4.263 per troy ons, atau sekitar Rp 2,44 juta per gram di pasar domestik. Dalam jangka mingguan, harga emas bisa menguat hingga US$ 4.328 per troy ons, atau sekitar Rp 2,58 juta per gram. Jika harga naik pada hari Senin, US$ 4.263 per troy ons menjadi level resistensi pertama yang perlu diperhatikan oleh investor logam mulia.

Optimisme Pasar Didukung Data Ekonomi AS

Pasar bereaksi positif setelah pemerintah federal AS kembali aktif pasca-shutdown. Data ekonomi yang tertunda, termasuk inflasi dan tenaga kerja untuk bulan September dan Oktober, menunjukkan angka yang positif saat diumumkan. Kondisi ini meningkatkan peluang The Federal Reserve (The Fed) untuk menurunkan suku bunga, yang secara langsung mendukung penguatan harga emas dunia.

Ibrahim menekankan bahwa minggu pertama Desember menjadi periode penting karena pasar mulai menyesuaikan diri dengan data ekonomi baru dan sentimen global.

Perubahan Kepemimpinan The Fed Bisa Memengaruhi Suku Bunga

Faktor penting lain yang mendorong harga emas adalah pergantian pejabat di The Fed. Presiden Donald Trump berencana mencalonkan Kevin Hassett sebagai Gubernur baru menggantikan Jerome Powell. Hassett memiliki peluang diterima oleh Kongres karena mayoritas anggota berasal dari Partai Republik, pendukung Trump. Jika Hassett resmi menjabat, The Fed kemungkinan akan menurunkan suku bunga lebih agresif, sehingga melemahkan dolar dan memperkuat harga emas.

Kondisi Pasokan Emas Domestik Memicu Kenaikan

Di dalam negeri, harga emas juga mendapat tekanan dari pasokan yang terbatas. PT Freeport Indonesia mengalami kendala produksi akibat masalah di tambang dan smelternya. Awalnya, Freeport menargetkan produksi emas 50 ton, namun kini hanya mampu memproduksi 25 ton. Produksi normal diperkirakan pulih pada April atau Mei 2026. Ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan membuat harga emas domestik tetap tinggi.

Saat yang Tepat untuk Pertimbangkan Investasi Emas

Dengan dukungan faktor global dari AS dan kondisi pasokan domestik yang terbatas, harga emas berpotensi menguat sepanjang Desember 2025. Investor sebaiknya memantau data ekonomi AS, kebijakan The Fed, dan pasokan emas nasional sebelum memutuskan membeli logam mulia.