Pasar Saham Global Bergejolak, Harga Emas Turun
:strip_icc()/kly-media-production/medias/965548/original/099629100_1440456102-emas-dunia-140108c.jpg)
Jakarta – Harga emas mengalami penurunan pada perdagangan Kamis (Jumat waktu Jakarta) setelah mencapai level tertinggi hampir dua minggu sebelumnya. Investor merespons kemungkinan pemotongan suku bunga AS pada bulan Desember dan ketidakpastian di pasar global.
Aksi jual yang meningkat dan kekhawatiran terkait kondisi ekonomi China membuat harga emas turun 0,5 persen menjadi US$ 1.153,60 per ons. Di pasar spot, harga emas turun 0,2% menjadi USD 4.156,89 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun 0,3% menjadi USD 4.153,6 per ons.
Konsolidasi Harga Emas Berlanjut
Analis Julius Baer, Carsten Menke, menjelaskan bahwa konsolidasi yang dimulai sejak kemunduran pada Oktober kemungkinan akan terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa dampak kemunduran tersebut belum sepenuhnya hilang.
Sejak mencetak rekor tertinggi USD 4.381,21 pada 20 Oktober 2025, harga emas batangan turun sekitar 5%, namun tetap berada di atas level psikologis penting USD 4.000 per ons.
Faktor-faktor yang Memengaruhi Pasar Emas
Menke menyoroti beberapa faktor yang tetap mendukung pasar emas, antara lain perlambatan pertumbuhan AS yang mendorong penurunan suku bunga, pelemahan dolar AS, permintaan safe haven yang berkelanjutan, serta pembelian kuat oleh bank sentral.
Selain itu, sinyal yang kontradiktif dari Federal Reserve mengenai waktu dan ukuran pemotongan suku bunga mendorong investor mengalihkan dana ke swaption dan derivatif terkait suku bunga semalam.
Peran Pemimpin Fed dan Kebijakan Suku Bunga
Kevin Hassett, calon terdepan untuk menggantikan Jerome Powell sebagai Ketua Fed, mendukung usulan Presiden Donald Trump untuk menurunkan suku bunga. Dukungan ini semakin memengaruhi sentimen investor dan fluktuasi harga emas di pasar global.
Pasar Emas Masih Menjadi Safe Haven
Meskipun harga emas turun, aset ini tetap diminati investor sebagai safe haven menghadapi gejolak ekonomi dan ketidakpastian global. Para analis menekankan bahwa investor perlu memantau perkembangan suku bunga AS dan kondisi ekonomi global untuk menentukan strategi investasi emas selanjutnya.
