Harga Emas Dunia Memasuki Pekan Baru dengan Sinyal Campuran
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382999/original/069219700_1760612391-3.jpg)
Jakarta – Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai harga emas dunia membuka pekan baru dengan sinyal campuran. Kondisi ini memberikan peluang bagi harga emas untuk mengalami koreksi maupun penguatan tajam pada perdagangan Senin, 1 Desember 2025.
Menurut Ibrahim, pergerakan harga emas di awal pekan akan menentukan arah tren sepanjang minggu. Investor sebaiknya memperhatikan level-level teknikal sebagai panduan karena volatilitas global masih tinggi.
Penutupan Minggu Lalu: Emas Dunia Menguat
Pada penutupan Sabtu pagi, harga emas dunia tercatat di USD 4.221 per troy ons. Di sisi domestik, logam mulia naik ke Rp 2.419.000 per gram. “Harga emas dunia pada Sabtu pagi menutup di level USD 4.221 per troy ons, sementara logam mulia domestik tercatat Rp 2.419.000 per gram,” jelas Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (30/11/2025).
Meski pekan lalu ditutup dengan penguatan, arah harga pada Senin masih tergantung pada respons pasar terhadap data ekonomi Amerika Serikat.
Potensi Resistance dan Support
Jika pasar membuka pekan dengan sentimen positif, harga emas dunia berpeluang menguji resistance pertama di USD 4.263 per troy ons. Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, level support yang perlu diperhatikan berada di USD 4.072. Investor dianjurkan memantau pergerakan harian untuk menentukan strategi beli atau jual yang tepat.
Tren Jangka Pendek Masih Volatil
Dengan fluktuasi harga yang masih tinggi, penguatan atau koreksi emas kemungkinan terjadi beberapa kali dalam minggu ini. Investor jangka pendek sebaiknya memanfaatkan momentum ini untuk memaksimalkan potensi keuntungan. Sementara itu, investor jangka panjang tetap melihat emas sebagai aset safe haven yang mampu melindungi nilai kekayaan dari inflasi dan ketidakpastian ekonomi global.
