Harga Emas di Pasar Domestik Berpotensi Tembus Rp 2,7 Juta, Ini Pemicunya

Harga Emas Dunia Menguat, Tekan Harga Emas Domestik Naik

Harga Emas Antam Hari Ini: Naik ke Rp2,64 Juta per Gram, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Pengamat ekonomi dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mencatat harga emas dunia menunjukkan penguatan yang konsisten. Menurutnya, logam mulia berpeluang mencetak rekor baru menjelang akhir tahun. Ia memproyeksikan harga emas bisa mencapai USD 4.410 per troy ons pada Desember 2025. Jika prediksi ini terealisasi, harga emas di pasar domestik berpotensi menembus Rp 2.700.000 per gram.

Ibrahim menjelaskan, “Berdasarkan data teknikal siang ini, kemungkinan besar harga emas akan mencapai USD 4.410 per troy ons di akhir tahun, setara dengan Rp 2.700.000 per gram di pasar domestik.”

Pergerakan Harga Emas Saat Ini

Pada penutupan Sabtu pagi (29/11/2025), harga emas global tercatat di USD 4.221 per troy ons. Di sisi lain, logam mulia di Indonesia berada di angka Rp 2.419.000 per gram. Pergerakan awal pekan ini menjadi kunci, karena kenaikan lebih lanjut dapat mendorong harga menuju resistance pertama di USD 4.263, yang diperkirakan setara Rp 2.445.000.

Ibrahim menambahkan, “Harga emas dunia hari Sabtu pagi ditutup di level USD 4.221 per troy ons. Selanjutnya, logam mulia domestik naik menjadi Rp 2.419.000 per gram.”

Prediksi Mingguan Harga Emas

Dalam jangka mingguan, Ibrahim melihat peluang penguatan lebih lanjut menuju USD 4.328 per troy ons. Jika tren ini berlanjut, harga emas domestik bisa menembus Rp 2.580.000 per gram. Level teknikal ini menunjukkan bahwa momentum bullish emas masih cukup kuat.

Penurunan Suku Bunga The Fed Jadi Pemicu

Ibrahim menilai ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) pada Desember menjadi penggerak utama sentimen positif terhadap emas. Penurunan suku bunga biasanya meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven, sehingga pembeli masih dominan di pasar.

Harga emas dunia yang menguat memberikan peluang kenaikan signifikan bagi logam mulia di pasar domestik. Investor disarankan memantau tren mingguan dan perkembangan suku bunga The Fed untuk menentukan strategi pembelian. Prediksi harga yang menembus Rp 2,7 juta per gram membuka kesempatan bagi pelaku pasar memanfaatkan momentum bullish.