Harga Emas Hari Ini Amblas Usai Cetak Rekor Termahal

Harga Emas Dunia Turun Usai Mencetak Rekor

Ilustrasi harga emas hari ini

Harga emas dunia turun pada Selasa, 3 Desember 2025 (Rabu waktu Jakarta), setelah investor melakukan aksi ambil untung. Penurunan terjadi meski pasar masih mendukung ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.

Menurut data CNBC, harga emas di pasar spot turun 1,5% menjadi USD 4.168,23 per ons, sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun 1,7% menjadi USD 4.203 per ons.

Investor Ambil Untung Meski Dukungan Suku Bunga Masih Kuat

Wakil Presiden sekaligus Ahli Strategi Logam Senior di Zaner Metals, Peter Grant, menjelaskan bahwa penurunan ini kemungkinan merupakan aksi ambil untung. Ia menambahkan, pasar tetap fokus pada ekspektasi penurunan suku bunga The Fed yang relatif stabil.

“Kita berada dalam pola kelanjutan yang akhirnya dapat mendorong kenaikan harga. Saya masih memprediksi harga emas mencapai USD 5.000 di awal tahun baru,” ujar Grant.

Data Ekonomi AS Perkuat Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga

Data ekonomi terbaru menunjukkan adanya pendinginan bertahap dalam ekonomi AS. Ditambah dengan sinyal dovish dari pembuat kebijakan The Fed, pasar semakin yakin bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan mendatang. Probabilitas langkah ini mencapai 87%, menurut analisis pedagang.

Investor juga menantikan laporan ketenagakerjaan ADP untuk November dan Indeks Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) bulan September yang tertunda. Data ini menjadi tolok ukur inflasi pilihan The Fed. Suku bunga rendah biasanya menguntungkan emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil tetap.

Prospek Emas Masih Menjanjikan

Meskipun harga emas turun sementara, analis memperkirakan minat beli masih kuat. Emas tetap menjadi pilihan investor sebagai safe haven untuk melindungi aset dari fluktuasi pasar dan inflasi.