Harga Emas Antam Turun ke Rp2.404.000/Gram Hari Ini, Saatnya Beli?

 

Harga Emas Antam Turun Jadi Rp2.404.000 per Gram pada 6 Desember 2025

Karyawati menunjukkan emas Pegadaian di salah satu galeri 24 Pegadaian, Salemba Jakarta, Kamis (4/5). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Harga emas Antam kembali mengalami penurunan pada Sabtu, 6 Desember 2025. Pelemahan ini muncul di tengah sentimen global yang masih bergerak tidak pasti menjelang pertemuan The Federal Reserve pada Desember.

Harga Emas Antam Turun Rp3.000 per Gram

PT Aneka Tambang (Antam) Tbk mencatat harga emas satuan 1 gram berada di level Rp2.404.000 pada pukul 08.50 WIB. Angka ini turun Rp3.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya. Data bersumber dari butik Logam Mulia Graha Dipta Pulo Gadung melalui situs resmi logammulia.com.

Transisi: Tidak hanya harga jual yang melemah, harga beli kembali juga ikut turun.

Harga Buyback Ikut Melemah

Harga buyback emas Antam hari ini berada di Rp2.265.000 per gram. Nilainya turun Rp3.000 dari hari sebelumnya. Penurunan harga buyback mengonfirmasi tekanan pasar yang terjadi sepanjang pekan pertama Desember.

Transisi: Gerak emas domestik ini tidak berdiri sendiri. Perubahan harga global ikut mempengaruhi kondisi pasar hari ini.

Harga Emas Global Juga Mengalami Tekanan

Harga emas dunia tertekan sepanjang pekan pertama Desember 2025. Investor global memilih menunggu kepastian arah suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat.

Menurut data Refinitiv, harga emas spot berada pada US$4.196,69 atau turun 0,29% pada perdagangan Jumat, 5 Desember 2025. Dalam sepekan, kinerjanya terkoreksi sekitar 0,8%.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, menjelaskan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga membuat dolar AS melemah dan memberikan ruang bagi emas untuk bergerak, meski efeknya masih terbatas.

Transisi: Selain ekspektasi kebijakan moneter, data ekonomi AS juga ikut mempengaruhi pergerakan emas.

Data Ekonomi AS Menekan Pergerakan Harga

Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) inti naik 0,3% pada September 2025, sementara pertumbuhan tahunan turun menjadi 2,8% dari 2,9% pada Agustus. Selain itu, data tenaga kerja menunjukkan penurunan penggajian sektor swasta paling tajam dalam lebih dari dua setengah tahun.

Kenaikan imbal hasil obligasi AS juga menjadi faktor yang membatasi penguatan emas, meskipun dolar AS sedang melemah.

Transisi: Dengan kondisi seperti ini, pasar terus mencari petunjuk terkait keputusan The Federal Reserve pada pertemuan bulan Desember.

Investor Menanti Keputusan The Federal Reserve

Pelaku pasar memantau sinyal terbaru mengenai kebijakan suku bunga The Fed. Ekspektasi pemangkasan suku bunga pada 2025 terus berkembang, tetapi belum terdapat kepastian yang membuat pasar bergerak lebih jelas.