Harga Emas Naik Gila-gilaan Jadi Sinyal Dunia Pesimis Kondisi 2026

Lonjakan Harga Emas Dunia Mengirim Sinyal Kekhawatiran Global Menyongsong 2026

Harga Emas Naik Gila-gilaan Jadi Sinyal Dunia Pesimis Kondisi 2026

Harga emas dunia terus melesat tajam sepanjang 2025 dan mendekati level US$ 4.500 per troy ons. Kenaikan agresif ini memunculkan sinyal kuat bahwa pelaku ekonomi global menyimpan kekhawatiran serius terhadap kondisi perekonomian dunia pada 2026. Grafik pergerakan harga menunjukkan emas melonjak signifikan sejak awal 2024 dari posisi di bawah US$ 2.000 hingga mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Lonjakan tersebut tidak hanya mencerminkan faktor teknis pasar, tetapi juga menggambarkan perubahan persepsi investor global terhadap stabilitas ekonomi ke depan. Situasi ini mendorong emas kembali memainkan peran klasiknya sebagai aset lindung nilai.

BRIN Membaca Kenaikan Emas sebagai Indikator Keraguan Ekonomi Global

Kepala Pusat Riset Ekonomi Makro dan Keuangan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Zamroni Salim, menilai lonjakan harga emas berkorelasi langsung dengan pandangan pesimistis masyarakat dunia terhadap proyeksi ekonomi 2026. Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam Seminar Economic Outlook 2026 yang digelar di Kantor BRIN, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Desember 2025.

Zamroni menegaskan bahwa kenaikan nilai emas sejak awal 2024 menunjukkan respons pasar terhadap ketidakpastian yang semakin menguat. Menurutnya, lonjakan harga emas menjadi cerminan keraguan global dalam memandang stabilitas ekonomi tahun depan, terutama di tengah tekanan geopolitik, perlambatan ekonomi, dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Investor Mengalihkan Aset ke Emas untuk Mengamankan Nilai Kekayaan

Zamroni menjelaskan bahwa emas kembali dipilih sebagai instrumen investasi utama untuk melindungi aset. Ia menyebut pergerakan harga emas yang naik bersamaan dengan dolar Amerika Serikat menandakan kondisi pasar yang tidak stabil. Fenomena ini berbeda dari pola normal, karena biasanya harga emas bergerak berlawanan arah dengan penguatan dolar.

Namun, dalam situasi krisis atau ketidakpastian global, emas dan dolar justru dapat menguat secara bersamaan. Kondisi tersebut kini terlihat jelas di pasar keuangan dunia dan memperkuat indikasi meningkatnya kecemasan investor terhadap risiko ekonomi global.

Cadangan Emas Amerika Serikat Mempertegas Peran Emas dalam Krisis

Amerika Serikat tercatat sebagai negara dengan persentase cadangan emas terbesar di dunia. Proporsi cadangan emas terhadap devisa nasional AS juga melampaui negara-negara maju lain seperti Jerman, Italia, Prancis, Rusia, dan China. Fakta ini mempertegas posisi emas sebagai aset strategis yang tetap diandalkan ketika ketidakpastian ekonomi meningkat.

Dengan tren harga yang terus menguat, emas diperkirakan tetap menjadi barometer sentimen global dan acuan utama investor dalam membaca arah perekonomian dunia menuju 2026.