Harga Emas dan Harga Perak Kompak Naik Hari Ini 10 Desember 2025

Harga Emas dan Perak Melonjak Bersamaan pada 10 Desember 2025

Harga emas dan harga perak bergerak menguat secara bersamaan pada Rabu, 10 Desember 2025. Kenaikan ini muncul ketika pelaku pasar global tetap optimistis menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat, Federal Reserve. Di saat yang sama, perak mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah akibat tekanan pasokan dan meningkatnya permintaan industri.

Sentimen positif tersebut mendorong investor kembali memburu logam mulia sebagai aset lindung nilai. Kondisi ini membuat pergerakan emas dan perak menjadi sorotan utama di pasar komoditas global.

Pedagang global mendorong harga emas naik jelang keputusan The Fed

Harga emas dunia menguat pada perdagangan Selasa atau Rabu waktu Jakarta. Data pasar menunjukkan harga emas di pasar spot naik 0,4 persen ke level USD 4.205,36 per ons. Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari turut naik 0,4 persen menjadi USD 4.234,4 per ons.

Kenaikan ini mencerminkan sikap investor yang masih menunggu arah kebijakan moneter The Fed. Meski pasar tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan kekuatan, pelaku pasar tetap memperhitungkan peluang penurunan suku bunga lanjutan yang dapat menopang harga emas.

Lonjakan permintaan industri mengerek harga perak ke rekor tertinggi

Harga perak mencatat lonjakan lebih tajam dibandingkan emas. Logam putih tersebut naik sekitar 4 persen dan menembus level USD 60,52 per ons. Capaian ini menandai rekor tertinggi sepanjang masa di pasar global.

Analis Pasar City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai kenaikan harga perak didorong ekspektasi permintaan industri yang kuat dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, rendahnya persediaan dan menyusutnya inventaris global semakin memperketat pasokan perak di pasar.

Faktor tambahan datang dari kebijakan Amerika Serikat yang memasukkan perak ke dalam daftar mineral penting. Langkah ini memperkuat prospek jangka panjang perak, terutama untuk kebutuhan teknologi dan energi.

Ekspektasi penurunan suku bunga memperkuat sentimen logam mulia

Ahli Strategi Pasar Senior RJO Futures, Bob Haberkorn, menyebut pergerakan harga emas saat ini tidak terlepas dari lonjakan signifikan harga perak. Ia juga menyoroti ekspektasi pasar terhadap potensi penurunan suku bunga The Fed sebesar seperempat poin.

Pertemuan kebijakan Federal Reserve yang berlangsung selama dua hari menjadi fokus utama pasar. Meski laporan JOLTS menunjukkan peningkatan jumlah lowongan kerja di Amerika Serikat, investor tetap menilai emas dan perak sebagai instrumen aman di tengah ketidakpastian kebijakan moneter. Kondisi ini menjaga tren penguatan harga logam mulia pada perdagangan hari ini.