Harga Emas Melejit Setelah The Fed Pangkas Suku Bunga, Perak Sentuh Rekor

Harga Emas Menguat Usai The Fed Memangkas Suku Bunga, Perak Cetak Rekor Tertinggi

Harga emas dunia kembali menguat pada perdagangan Rabu, 10 Desember 2025, setelah the Federal Reserve Amerika Serikat memangkas suku bunga acuan. Di Jakarta, sentimen kebijakan moneter global tersebut langsung memengaruhi pergerakan logam mulia, sementara harga perak justru menembus level tertinggi sepanjang sejarah. Pelaku pasar merespons keputusan bank sentral AS dengan meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai.

Berdasarkan data yang dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,7 persen dan bertengger di level USD 4.238,57 per ounce. Di sisi lain, kontrak emas berjangka Amerika Serikat untuk pengiriman Februari melemah 0,3 persen ke posisi USD 4.224,70 per ounce. Perbedaan arah ini mencerminkan dinamika pasar yang masih mencerna arah kebijakan lanjutan The Fed.

Keputusan The Fed Menggerakkan Optimisme Pasar Logam Mulia

The Federal Reserve memangkas suku bunga melalui pemungutan suara yang terbelah di antara para pejabatnya. Meski demikian, bank sentral AS mengisyaratkan kemungkinan menunda pemangkasan lanjutan karena masih menunggu kejelasan arah inflasi dan pasar tenaga kerja. Kondisi ini membuat investor menilai emas tetap menarik sebagai aset non-imbal hasil di tengah ketidakpastian.

Seorang pedagang logam independen, Tai Wong, menyebut pasar emas menyambut positif keputusan tersebut. Ia menilai harga emas bergerak di level tertinggi harian setelah tekanan aksi ambil untung mereda. Penurunan suku bunga secara langsung meningkatkan daya tarik emas karena biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil menjadi lebih rendah.

Perbedaan Pandangan Internal The Fed Membentuk Arah Pasar

Mayoritas pejabat bank sentral AS memperkirakan perlunya pemangkasan suku bunga jangka pendek pada tahun depan. Namun, perbedaan pandangan masih terlihat tajam terkait besaran dan waktu kebijakan tersebut. Sebagian pejabat menolak pemotongan sama sekali, sementara tiga anggota bahkan memproyeksikan potensi kenaikan suku bunga.

Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan kebijakan moneter saat ini berada pada posisi yang tepat untuk merespons perkembangan ekonomi mendatang. Ia memilih tidak memberikan panduan tambahan mengenai peluang pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, sehingga pasar tetap bersikap waspada.

Lonjakan Harga Perak Menguatkan Tren Logam Mulia Global

Di tengah dinamika emas, harga perak justru mencuri perhatian dengan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini memperkuat tren positif logam mulia yang didorong ekspektasi pelonggaran moneter dan ketidakpastian ekonomi global. Kondisi tersebut membuat investor semakin agresif memburu aset safe haven sebagai strategi perlindungan nilai.