Prediksi Harga Emas: Data Pengangguran AS Jadi Bahan Bakar Kenaikan Harga

Data Pengangguran Amerika Serikat Mendorong Kenaikan dan Fluktuasi Harga Emas Dunia

Ilustrasi harga emas hari ini

Liputan6.com, Jakarta – Data pengangguran Amerika Serikat yang dirilis pada Oktober 2025 mendorong pergerakan harga emas dunia mengalami fluktuasi tajam. Peningkatan jumlah pengangguran memberi sinyal pelemahan pasar tenaga kerja Negeri Paman Sam dan memicu respons cepat dari pelaku pasar global.

Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai kenaikan tingkat pengangguran tersebut menunjukkan ekonomi Amerika Serikat mulai kehilangan momentum pemulihan. Kondisi ini langsung memengaruhi sentimen investor yang kembali mencermati risiko ketidakpastian ekonomi global.

Ibrahim menjelaskan bahwa rilis data tenaga kerja tersebut menjadi salah satu faktor utama yang menggerakkan harga emas dalam beberapa waktu terakhir. Investor global memanfaatkan emas sebagai aset lindung nilai ketika indikator ekonomi utama Amerika Serikat menunjukkan tekanan.

Ia menyampaikan bahwa lonjakan pengangguran pada Oktober menjadi bahan bakar penguatan harga emas, meski pergerakannya tetap diwarnai volatilitas tinggi. Pasar emas sempat mencatat kenaikan signifikan sebelum akhirnya menghadapi tekanan jual di sesi perdagangan Amerika.

Investor Global Meningkatkan Minat terhadap Aset Lindung Nilai

Pelemahan sektor tenaga kerja Amerika Serikat mendorong investor meningkatkan kepemilikan aset aman. Emas kembali menjadi pilihan utama karena dinilai mampu menjaga nilai di tengah risiko perlambatan ekonomi dan ketidakpastian kebijakan moneter.

Ibrahim menilai respons investor tersebut wajar karena data pengangguran sering menjadi acuan penting dalam membaca arah kebijakan bank sentral Amerika Serikat. Ketika pasar tenaga kerja melemah, peluang perubahan kebijakan moneter menjadi lebih terbuka dan hal ini memperkuat daya tarik emas.

Kondisi tersebut membuat harga emas dunia bergerak naik cukup tajam dalam beberapa sesi perdagangan. Namun, aksi ambil untung di pasar Amerika Serikat juga menyebabkan koreksi yang signifikan dalam waktu singkat.

Tekanan Pasar Amerika Menahan Penguatan Harga Emas

Meski sempat menguat, tekanan jual di pasar Amerika membatasi kenaikan harga emas. Pada penutupan perdagangan terakhir, harga emas dunia tercatat berada di kisaran USD 4.300 per troy ons.

Sementara itu, harga logam mulia di pasar domestik Indonesia ditutup di level Rp 2.462.000 per gram. Angka tersebut mencerminkan dampak langsung pergerakan emas global terhadap pasar dalam negeri.

Ibrahim menegaskan bahwa fluktuasi harga emas masih berpotensi berlanjut seiring pasar terus mencerna data ekonomi Amerika Serikat. Ia menilai selama ketidakpastian global belum mereda, emas tetap memiliki peluang untuk bergerak menguat meski diiringi koreksi jangka pendek.