Harga Emas Diprediksi Sentuh Level Segini pada Akhir 2025

Harga Emas Dunia Diproyeksikan Menyentuh Rekor Baru pada Akhir 2025

20150903-Harga Emas Antam Stabil di Rp560.000/Gram-Jakarta

Harga emas dunia berpeluang mencetak rekor tertinggi baru menjelang penutupan tahun 2025 seiring tingginya ketidakpastian ekonomi global. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia dapat mencapai USD 4.440 per troy ons pada Desember 2025, melampaui rekor sebelumnya. Kondisi geopolitik yang belum stabil serta sentimen pasar yang cenderung defensif mendorong investor kembali memburu emas sebagai aset aman.

Kenaikan harga emas global tersebut dinilai akan memberikan dampak langsung terhadap pasar domestik. Jika target tersebut tercapai, harga logam mulia di dalam negeri berpotensi menembus level Rp 2.700.000 per gram hingga akhir tahun. Angka ini dipandang realistis seiring meningkatnya permintaan emas dari investor ritel maupun institusi.

Ketidakpastian Global Mendorong Investor Memilih Emas

Ibrahim menilai ketidakpastian global yang masih tinggi menjadi faktor utama penguatan harga emas. Investor dinilai terus mencari instrumen lindung nilai untuk menjaga aset mereka dari risiko perlambatan ekonomi dan gejolak pasar keuangan internasional. Dalam kondisi tersebut, emas tetap menjadi pilihan utama karena memiliki reputasi kuat sebagai aset aman.

Selain itu, sentimen pasar yang masih berhati-hati membuat arus dana global cenderung mengalir ke instrumen defensif. Hal ini memperkuat peluang harga emas bertahan di jalur penguatan hingga tutup tahun, meskipun pergerakan jangka pendek masih diwarnai fluktuasi.

Fluktuasi Pasar Tidak Mengubah Arah Tren Penguatan

Ibrahim mengakui pergerakan harga emas sempat mengalami volatilitas tinggi dalam beberapa sesi perdagangan terakhir. Harga emas dunia tercatat bergerak di kisaran USD 4.300 per troy ons, sementara harga logam mulia di pasar domestik berada di level sekitar Rp 2.462.000 per gram.

Meski demikian, fluktuasi tersebut dinilai tidak mengubah arah tren jangka menengah yang masih menguat. Tekanan jual yang muncul di pasar Amerika Serikat menyebabkan koreksi sementara, namun minat investor terhadap emas tetap terjaga. Dengan kondisi global yang belum sepenuhnya stabil, peluang emas untuk kembali menguat dinilai masih terbuka lebar.

Ibrahim menegaskan bahwa selama ketidakpastian global belum mereda, emas akan terus menjadi instrumen favorit investor. Oleh karena itu, prospek harga emas hingga akhir 2025 masih menunjukkan kecenderungan positif, baik di pasar global maupun domestik.