Antam Menyusun Strategi Ekspansi Tambang Emas hingga Timur Tengah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4501106/original/027502200_1689235678-Antam.jpg)
PT Aneka Tambang Tbk atau Antam mulai menyusun peta jalan produksi emas jangka panjang dengan membuka peluang pengembangan wilayah kerja baru di luar negeri. Perusahaan pelat merah ini secara aktif membidik kawasan Timur Tengah sebagai salah satu target ekspansi strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi emas di masa depan.
Langkah tersebut Antam lakukan seiring dengan proyeksi Tambang Emas Pongkor yang diperkirakan memasuki fase pascatambang pada 2030. Kondisi ini mendorong perseroan mempercepat penyusunan strategi agar suplai dan kinerja produksi emas tetap terjaga dalam jangka panjang.
Antam Mengintensifkan Eksplorasi Pongkor untuk Memperpanjang Umur Tambang
Direktur Pengembangan Usaha Antam, I Dewa Wirantaya, menyampaikan perseroan menjalankan dua pendekatan utama dalam pengembangan bisnis, yakni strategi organik dan anorganik. Dari sisi organik, Antam memprioritaskan peningkatan kegiatan eksplorasi di Tambang Emas Pongkor.
Antam mendorong evaluasi eksplorasi secara agresif guna memastikan cadangan emas di Pongkor masih dapat diperpanjang setelah 2030. Upaya ini menjadi langkah awal untuk menahan laju penurunan produksi sekaligus memaksimalkan potensi sumber daya yang masih tersedia di wilayah tersebut.
Antam Mengincar Lelang Tambang Internasional di Timur Tengah dan Kazakhstan
Selain fokus pada pengembangan organik, Antam juga menyiapkan strategi anorganik dengan membidik wilayah prospektif melalui lelang tambang internasional. Perseroan mulai melirik sejumlah lokasi potensial di kawasan Timur Tengah serta negara-negara lain seperti Kazakhstan.
Antam menilai kawasan tersebut memiliki peluang pengembangan tambang emas yang menjanjikan dan dapat menjadi penopang produksi jangka panjang. Melalui partisipasi dalam lelang internasional, Antam berupaya memperluas portofolio aset tambang di luar Indonesia.
Antam Memperkuat Kendali Tambang Emas Dalam Negeri
Di dalam negeri, Antam juga bergerak agresif dengan memetakan peluang penugasan baru. Salah satu strategi yang disiapkan ialah meningkatkan kepemilikan saham pada sejumlah perusahaan joint venture tambang emas yang saat ini masih berstatus minoritas.
Dengan menjadi pemegang saham pengendali, Antam dapat melakukan konsolidasi dan penguatan struktur bisnis. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat posisi Antam sebagai pemain utama industri emas nasional dan global.
