Harga Emas Hari ini 17 Desember 2025 Tembus Level Segini

Harga Emas Hari Ini 17 Desember 2025 Menguat Usai Data Pengangguran AS Meningkat

Ilustrasi harga emas dunia hari ini (Foto By AI)

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dunia menguat pada Rabu, 17 Desember 2025 waktu Jakarta, setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan peningkatan tingkat pengangguran pada November. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar memperkuat spekulasi pemangkasan suku bunga oleh Bank Sentral AS atau Federal Reserve. Sentimen ini sekaligus menekan dolar AS dan memberi ruang bagi penguatan harga logam mulia.

Pasar global merespons data ekonomi tersebut dengan meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai. Emas kembali menarik perhatian karena dinilai mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian arah kebijakan moneter AS dan perlambatan ekonomi global.

Pasar Global Mendorong Harga Emas Spot Naik ke Level Tinggi

Harga emas spot tercatat naik 0,2 persen menjadi USD 4.310,21 per ons. Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas AS bergerak melemah tipis 0,1 persen ke level USD 4.332,3 per ons. Perbedaan pergerakan ini mencerminkan penyesuaian pasar terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga dalam jangka menengah.

Penguatan harga emas terjadi seiring melemahnya dolar AS ke posisi terendah dalam dua bulan. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli dari luar Amerika Serikat.

Data Pengangguran AS Memicu Spekulasi Pemangkasan Suku Bunga

Laporan terbaru menunjukkan tingkat pengangguran AS naik menjadi 4,6 persen pada November. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan perkiraan survei Reuters yang memproyeksikan tingkat pengangguran di level 4,4 persen. Peningkatan ini muncul di tengah ketidakpastian ekonomi yang dipicu oleh kebijakan perdagangan agresif Presiden Donald Trump.

Situasi tersebut memperkuat pandangan bahwa Federal Reserve memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Pekan sebelumnya, Komite Pasar Terbuka Federal telah memangkas suku bunga sebesar seperempat poin, meski pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell dinilai kurang agresif oleh pasar.

Pelaku Pasar Memperkirakan Pelonggaran Kebijakan Berlanjut

Kontrak berjangka suku bunga AS masih mencerminkan ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing 25 basis poin sepanjang 2026. Total pelonggaran diperkirakan mencapai 59 basis poin pada tahun depan.

Analis menilai lingkungan suku bunga rendah menjadi faktor pendukung utama bagi harga emas. Logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil cenderung berkinerja lebih baik ketika suku bunga turun dan imbal hasil obligasi melemah. Dengan kombinasi data ekonomi dan arah kebijakan moneter tersebut, pasar melihat peluang harga emas tetap bergerak kuat dalam waktu dekat.