Harga Emas Hari Ini 18 Desember 2025 Melesat, Perak Cetak Rekor

Harga Emas dan Perak Menguat di Tengah Harapan Penurunan Suku Bunga The Fed

Orang India menjual emas untuk bertahan hidup dari krisis uang tunai Covid

Liputan6.com, Jakarta – Harga emas dan perak bergerak menguat pada perdagangan Rabu, 17 Desember 2025, seiring meningkatnya harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika Serikat. Pelemahan pasar tenaga kerja AS dan meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong investor kembali memburu aset lindung nilai.

Kondisi tersebut membuat logam mulia kembali menjadi incaran, terutama emas dan perak, yang dinilai mampu menjaga nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. Sepanjang perdagangan, minat beli terus meningkat dan menopang laju harga kedua komoditas tersebut.

Harga Emas Dunia Menguat Didorong Permintaan Safe Haven

Harga emas di pasar spot naik 0,7 persen menjadi USD 4.332,21 per ounce pada pukul 12.10 siang waktu setempat. Kenaikan ini berlanjut setelah harga sempat menguat lebih dari 1 persen pada sesi sebelumnya. Pada saat yang sama, kontrak berjangka emas AS juga menguat 0,7 persen ke level USD 4.364 per ounce.

Pasar merespons kombinasi data ekonomi dan faktor geopolitik yang memperkuat posisi emas sebagai aset aman. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela turut memperbesar permintaan, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap stabilitas global.

Harga Perak Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Di sisi lain, harga perak mencatat lonjakan lebih tajam dibandingkan emas. Harga perak spot melonjak sekitar 4 persen menjadi USD 66,3 per ounce dan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 66,51 per ounce. Kenaikan ini menandai momentum kuat perak sepanjang 2025.

Analis Marex, Edward Meir, menyebut pergerakan perak turut menarik emas ikut menguat. Ia menilai terjadi rotasi dana dari emas ke perak, platinum, dan paladium. Menurutnya, target harga perak berikutnya berada di kisaran USD 70 per ounce dalam jangka pendek.

Data Tenaga Kerja AS Memperkuat Ekspektasi Pelonggaran Kebijakan

Data terbaru menunjukkan jumlah lapangan kerja di Amerika Serikat bertambah 64.000 pada bulan lalu, lebih tinggi dari perkiraan pasar. Namun, tingkat pengangguran justru naik menjadi 4,6 persen, level tertinggi sejak September 2021. Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah.

Pelemahan tersebut membuka peluang bagi The Fed untuk menurunkan suku bunga. CEO dan Manajer Aset DHF Capital S.A, Bas Kooijman, menyatakan pasar masih memperkirakan pemangkasan suku bunga dua kali pada paruh pertama 2026, yang berpotensi terus mendukung harga emas.