Harga Emas Dunia Turun Tipis Usai Data Inflasi AS di Bawah Perkiraan

Harga Emas Dunia Melemah Tipis Setelah Pasar Merespons Data Inflasi AS di Bawah Perkiraan

Ilustrasi harga emas dunia (Foto By AI)

Harga emas dunia melemah tipis pada penutupan perdagangan Kamis setelah pelaku pasar merespons data inflasi Amerika Serikat yang tercatat lebih rendah dari perkiraan. Kondisi tersebut mendorong investor menyesuaikan posisi karena kebutuhan lindung nilai terhadap inflasi dinilai menurun dalam jangka pendek.

Pada saat yang sama, pasar tetap mencermati arah kebijakan moneter AS dan potensi pergerakan suku bunga ke depan, yang masih menjadi faktor utama pembentuk tren harga emas global.

Data Inflasi AS Mendorong Pelaku Pasar Mengurangi Permintaan Emas

Harga emas di pasar spot tercatat turun sekitar 0,2 persen ke level USD 4.330,39 per ounce. Pelemahan ini terjadi setelah rilis data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) Amerika Serikat periode November.

Data menunjukkan CPI AS naik 2,7 persen secara tahunan. Angka tersebut berada di bawah proyeksi ekonom yang memperkirakan inflasi mencapai 3,1 persen. Kondisi ini membuat emas kehilangan sebagian daya tariknya sebagai aset lindung nilai terhadap lonjakan harga.

Sebelumnya, harga emas sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level USD 4.381,21 per ounce pada 20 Oktober dan masih bergerak dekat area tersebut pada awal sesi perdagangan.

Kontrak Berjangka Emas AS Ikut Bergerak Turun Sejalan Pasar Spot

Pergerakan harga emas juga tercermin pada pasar berjangka. Kontrak berjangka emas Amerika Serikat ditutup melemah 0,2 persen ke posisi USD 4.364,5 per ounce. Penurunan ini menandakan respons seragam pasar terhadap rilis data inflasi terbaru.

Pelaku pasar cenderung menahan aksi beli agresif karena menilai tekanan inflasi mulai mereda lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.

Analis Menilai Pelemahan Emas Masih Wajar di Tengah Tren Jangka Panjang Positif

Analis komoditas City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai pelemahan harga emas merupakan reaksi yang wajar. Menurutnya, turunnya inflasi mengurangi urgensi investor untuk mencari perlindungan dari kenaikan harga barang.

Meski demikian, prospek jangka panjang emas masih dinilai positif. Ketidakpastian ekonomi global, potensi perubahan kebijakan suku bunga, serta dinamika geopolitik tetap berpeluang menopang harga emas ke depan.

Dengan demikian, meski harga emas dunia melemah tipis dalam jangka pendek, pasar masih memandang logam mulia sebagai aset strategis dalam portofolio investasi jangka menengah hingga panjang.