Pasar Bersikap Wait and See Saat Harga Emas Global Terkoreksi Tipis pada Jumat 9 Januari 2026

Harga emas dunia melemah tipis pada perdagangan Jumat, 9 Januari 2026, seiring pasar memilih bersikap wait and see menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat. Hingga pukul 06.31 WIB, harga emas spot turun 0,07% ke level USD4.475,04 per troy ons. Sikap hati-hati investor mencerminkan ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.
Pada sesi sebelumnya, Kamis, 8 Januari 2026, harga emas justru menguat 0,58% dan ditutup di posisi USD4.478,27 per troy ons. Penguatan tersebut memulihkan tekanan hampir 1% yang terjadi sehari sebelumnya, sekaligus memberi ruang bernapas sementara bagi pelaku pasar yang memanfaatkan momentum beli.
Rebalancing Indeks Global Membatasi Ruang Kenaikan Harga Emas
Meski sempat menguat, pergerakan emas masih menghadapi tekanan jangka pendek akibat proses rebalancing indeks komoditas global. Penyesuaian bobot tahunan ini kerap memicu volatilitas di pasar emas dan perak. Kondisi tersebut membatasi potensi kenaikan harga dalam beberapa sesi perdagangan ke depan, meski tren jangka menengah tetap menunjukkan arah positif.
Fokus investor kini mengarah pada rilis data nonfarm payrolls dan tingkat pengangguran Amerika Serikat. Data ini dinilai krusial untuk membaca arah kebijakan The Fed. Konsensus pasar memperkirakan pertumbuhan lapangan kerja melambat, kondisi yang dapat memperkuat ekspektasi pemangkasan suku bunga sepanjang 2026.
Ketegangan Geopolitik Terus Menopang Permintaan Aset Aman
Ketegangan geopolitik global tetap menopang harga emas sebagai aset lindung nilai. Amerika Serikat menyita dua kapal tanker minyak yang dikaitkan dengan Venezuela di Samudra Atlantik. Di saat yang sama, konflik di Eropa Timur dan Timur Tengah terus menjaga minat investor terhadap emas di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Pasar Domestik Menguat Saat Harga Emas Indonesia Naik
Pergerakan harga emas di Indonesia menunjukkan penguatan yang berlawanan dengan pasar global. Pada Jumat, 9 Januari 2026 pukul 08.30 WIB, harga emas Antam naik ke level Rp2.577.000 per gram. Harga buyback Antam juga meningkat ke Rp2.432.000 per gram, menandakan sentimen domestik masih positif.
Penguatan turut terlihat pada emas digital Treasury yang tercatat di level Rp2.544.521 per gram, naik dari posisi penutupan Kamis di Rp2.522.188 per gram. Kenaikan ini mencerminkan respons cepat pasar domestik terhadap sentimen emas global.
Analis Memproyeksikan Tren Bullish Emas Tetap Terjaga
Harga emas masih bergerak dalam tren bullish kuat berkat dukungan fundamental dan ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter. Tekanan jangka pendek dinilai bersifat sementara. HSBC bahkan memproyeksikan harga emas berpeluang menembus USD5.000 per troy ons pada paruh pertama 2026, didorong risiko geopolitik, tekanan fiskal, dan permintaan lindung nilai institusional.
