Ketegangan Geopolitik Amerika Serikat dan Venezuela Mengangkat Harga Emas Dunia pada Senin 5 Januari 2026

Harga emas dunia menguat tajam pada perdagangan Senin, 5 Januari 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Venezuela. Pada hari tersebut, harga emas spot naik 0,79% dan bertengger di level USD4.364,29 per troy ons. Kenaikan ini mencerminkan pergeseran cepat preferensi investor yang kembali memburu aset safe haven di tengah risiko global yang membesar.
Sebelum eskalasi konflik terjadi, harga emas dunia masih bergerak terbatas. Pada Jumat, 2 Januari 2026, emas ditutup menguat 0,37% di posisi USD4.329,89 per troy ons. Meski positif, pergerakan tersebut masih berada di fase sideways karena pelaku pasar menunggu katalis yang lebih kuat. Situasi berubah drastis ketika konflik geopolitik kembali mencuat dan memicu lonjakan permintaan emas.
Aksi Militer Amerika Serikat dan Penangkapan Presiden Venezuela Memicu Gejolak Global
Ketegangan geopolitik meningkat setelah Amerika Serikat melancarkan serangan ke sejumlah titik strategis di Caracas. Tidak lama setelah serangan tersebut, Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dilaporkan ditangkap di ibu kota. Langkah ini disebut sebagai kebijakan langsung Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan langsung memicu reaksi internasional.
Pemerintah China sebagai salah satu sekutu Venezuela secara terbuka mengecam tindakan Amerika Serikat. China menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan negara lain yang berpotensi memperburuk stabilitas global. Sementara itu, pemerintah Venezuela kembali menegaskan bahwa tekanan dari Washington bertujuan menguasai sumber daya alam negara tersebut, terutama sektor minyak, seiring pernyataan Trump terkait masuknya perusahaan minyak besar Amerika Serikat ke Venezuela.
Eskalasi konflik ini turut mengguncang sektor energi. Perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, dilaporkan meminta sejumlah mitra usaha mengurangi produksi minyak mentah dengan menutup ladang serta kelompok sumur. Kebijakan ini diambil di tengah terganggunya ekspor minyak dan memperkuat kekhawatiran pasar terhadap pasokan energi global.
Harga Emas Antam dan Emas Digital di Indonesia Ikut Menguat Signifikan
Ketidakpastian geopolitik global juga mendorong penguatan harga emas di dalam negeri. Pada Senin, 5 Januari 2026, harga beli emas Antam melonjak Rp27.000 ke level Rp2.515.000 per gram setelah sebelumnya ditutup di Rp2.488.000 per gram. Kenaikan ini menandakan meningkatnya minat investor domestik terhadap emas sebagai instrumen lindung nilai.
Harga buyback emas Antam turut naik Rp25.000 menjadi Rp2.371.000 per gram. Sejalan dengan itu, harga emas digital di aplikasi Treasury pada pukul 10.00 WIB tercatat melonjak ke Rp2.482.044 per gram, sementara harga buyback emas digital naik ke Rp2.399.913 per gram. Penguatan serentak ini menegaskan bahwa emas kembali menjadi pilihan utama investor di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
