Harga Emas Menguat Tajam pada Sabtu 24 Januari 2026 karena Sentimen Global Positif

Harga emas dunia mencatat penguatan tajam sepanjang perdagangan pekan ini dan mencapai level tertinggi baru pada Sabtu, 24 Januari 2026. Harga emas melonjak sekitar 8,44% dari posisi penutupan pekan sebelumnya di USD4.594,72 per troy ons menjadi USD4.982,57 per troy ons. Kenaikan signifikan ini mencerminkan optimisme pasar yang terus menguat seiring meningkatnya permintaan terhadap aset lindung nilai.
Memasuki awal pekan, pasar langsung mendorong harga emas naik ke level USD4.669,69 per troy ons pada Senin. Tren positif ini berlanjut pada Selasa ketika harga emas menguat ke USD4.760,02 per troy ons. Kenaikan tersebut menunjukkan aliran dana investor yang semakin deras ke pasar emas di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Reli Beruntun Mengantar Emas Mendekati Level Psikologis Baru
Momentum penguatan semakin solid pada Rabu saat harga emas menembus USD4.836,14 per troy ons. Pasar mempertahankan optimisme tinggi karena ekspektasi kebijakan moneter global dinilai semakin mendukung pergerakan emas. Sentimen positif ini mendorong pelaku pasar terus menambah posisi beli.
Pada Kamis, harga emas kembali melonjak ke USD4.936,29 per troy ons. Reli beruntun ini menegaskan dominasi sentimen bullish di pasar emas global. Investor cenderung mengabaikan potensi koreksi jangka pendek dan memilih fokus pada peluang kenaikan lanjutan.
Menutup perdagangan Jumat, harga emas kembali mencatat penguatan dan bertahan di level USD4.982,57 per troy ons. Capaian ini memperlihatkan konsistensi tren naik sejak awal hingga akhir pekan dan memperkuat posisi emas sebagai aset aman pilihan investor global.
Sentimen Geopolitik dan Kebijakan Moneter Menggerakkan Harga Emas
Ketegangan geopolitik menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas sepanjang pekan. Hubungan Amerika Serikat dan Eropa yang memanas akibat isu tarif dan pembahasan Greenland meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas global. Kondisi tersebut mendorong investor kembali mengamankan dana mereka ke emas.
Meski demikian, pernyataan yang lebih moderat dari pihak Amerika Serikat sempat meredakan ketegangan dan menahan laju penguatan emas dalam jangka pendek. Pada saat yang sama, ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter The Federal Reserve tetap menopang daya tarik emas.
Pelemahan dolar Amerika Serikat turut memperkuat harga emas karena menurunnya minat terhadap aset berbasis dolar. Meski pasar sempat diwarnai aksi ambil untung, sentimen emas hingga akhir pekan tetap konstruktif dan menjaga prospek penguatan lanjutan.
