Ketegangan Geopolitik Memanas dan Mendorong Harga Emas Naik Tajam pada Rabu 21 Januari 2026

Harga emas dunia mencatat pergerakan agresif pada Rabu, 21 Januari 2026, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik global. Pada perdagangan hari ini, harga emas dunia bergerak melemah tipis 0,1% ke level USD4.758,49 per troy ons setelah sebelumnya mencetak rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah. Koreksi ringan ini terjadi setelah reli kuat yang membawa emas ke area harga sangat tinggi.
Pada perdagangan Selasa, 20 Januari 2026, pasar emas justru mencatat lonjakan signifikan. Harga emas dunia melonjak 1,93% dan ditutup di level USD4.760,02 per troy ons. Sepanjang sesi intraday, emas bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa di USD4.766,06 per troy ons, mencerminkan derasnya arus permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.
Ancaman Tarif Amerika Serikat Memicu Lonjakan Permintaan Safe Haven
Analis City Index dan FOREX.com, Fawad Razaqzada, menilai kenaikan tajam harga emas dipicu oleh sikap investor yang semakin agresif melakukan lindung nilai terhadap risiko politik global. Ia menyebut pelemahan dolar Amerika Serikat turut memperkuat daya tarik emas, terutama ketika kepercayaan terhadap aset-aset berbasis dolar mulai terguncang.
Sentimen geopolitik kembali menjadi penggerak utama pasar. Pelaku pasar mencermati ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait rencana pengenaan tarif bea masuk terhadap negara-negara Eropa yang menentang ambisinya menguasai Greenland. Trump bahkan mengancam tarif sebesar 10% hingga berpotensi naik menjadi 25%, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik dagang dan politik.
Penolakan terbuka dari sejumlah pemimpin Eropa, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron, mempertegas meningkatnya ketegangan hubungan Amerika Serikat dan Eropa. Situasi ini mendorong investor global mengalihkan dana ke emas sebagai instrumen perlindungan nilai.
Pelemahan Dolar dan Kenaikan Harga Emas Menjalar ke Pasar Domestik
Pelemahan dolar Amerika Serikat turut memperkuat reli emas. Indeks dolar tercatat anjlok 0,75% ke level 98,64, menjadi penurunan terdalam sejak Agustus 2025. Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih murah bagi pembeli global dan meningkatkan permintaan secara luas.
Di Indonesia, penguatan emas dunia langsung tercermin pada harga domestik. Pada Rabu, 21 Januari 2026, harga beli emas Antam melonjak Rp35.000 ke level Rp2.772.000 per gram dan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa. Harga buyback Antam juga naik Rp34.000 ke posisi Rp2.612.000 per gram.
Kenaikan serupa terjadi pada emas digital. Harga emas digital di aplikasi Treasury melonjak ke Rp2.759.413 per gram, naik sekitar Rp48.000 dibandingkan penutupan sebelumnya. Pergerakan serempak ini menegaskan bahwa ketegangan geopolitik yang memanas masih menjadi katalis utama penguatan emas sebagai aset lindung nilai.
