Harga Emas Terus Meroket dan Mencetak Rekor Baru pada Selasa 13 Januari 2026

Harga emas dunia tetap berada di level tinggi pada Selasa, 13 Januari 2026, meski mengalami koreksi tipis setelah lonjakan tajam sehari sebelumnya. Pada perdagangan hari ini, harga emas terkoreksi 0,13% ke posisi USD4.587,39 per troy ons. Koreksi ringan ini muncul setelah emas mencatat reli kuat yang memperpanjang tren positif dengan kenaikan kumulatif sekitar 3,15% dalam tiga hari terakhir.
Pada Senin, 12 Januari 2026, harga emas dunia melesat 1,86% dan ditutup di level USD4.593,49 per troy ons. Penutupan tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang masa, melampaui rekor sebelumnya di USD4.532,29 per troy ons yang tercatat pada 26 Desember 2025. Tidak hanya itu, emas juga mencetak sejarah baru dengan menembus level USD4.600 per troy ons hingga menyentuh USD4.629,94 per troy ons secara intraday.
Ketidakpastian Global Mendorong Reli dan Menggoda Profit Taking
Kepala Riset Komoditas Global Societe Generale, Michael Haigh, menilai lonjakan harga emas terjadi karena tingginya ketidakpastian global yang terus muncul hampir setiap pekan. Kondisi tersebut membuat investor global konsisten mencari perlindungan nilai melalui emas, meski sebagian mulai tergoda melakukan aksi ambil untung setelah reli agresif.
Dari sisi kebijakan, tekanan politik terhadap bank sentral Amerika Serikat turut memperkuat sentimen. Pemerintahan Presiden Donald Trump dilaporkan meningkatkan tekanan terhadap The Federal Reserve, termasuk ancaman dakwaan terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Situasi ini memicu kekhawatiran terhadap independensi kebijakan moneter dan mendorong investor memperbesar eksposur ke aset safe haven.
Ketegangan geopolitik global juga masih tinggi. Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan respons atas situasi di Iran, di tengah dinamika politik Venezuela serta wacana pengambilalihan Greenland. Kombinasi faktor tersebut menjaga sentimen risiko global tetap tinggi dan menopang daya tarik emas.
Harga Emas Antam dan Emas Digital Bergerak Dinamis di Indonesia
Di pasar domestik, harga emas Antam pada Selasa, 13 Januari 2026, mencatat lonjakan signifikan. Harga beli emas Antam naik Rp21.000 menjadi Rp2.652.000 per gram, sekaligus mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Harga buyback juga menguat Rp19.000 ke level Rp2.503.000 per gram, mencerminkan kuatnya minat investor terhadap emas.
Sementara itu, emas digital di aplikasi Treasury bergerak lebih dinamis. Setelah mencetak rekor Rp2.623.747 per gram pada penutupan Senin malam, harga emas digital mengalami koreksi akibat aksi profit taking. Hingga pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury berada di level Rp2.604.752 per gram.
