Harga Emas Domestik Menguat Sepanjang Pekan dan Menunjukkan Tren Positif pada Minggu 11 Januari 2026

Kenaikan beruntun mendorong harga emas Antam dan digital mencetak penguatan mingguan
Harga emas domestik mencatat penguatan solid sepanjang pekan perdagangan yang berakhir pada Minggu, 11 Januari 2026. Harga emas Antam naik sekitar 3,46% atau setara Rp87.000, bergerak dari Rp2.515.000 menjadi Rp2.602.000 per gram. Pada periode yang sama, harga emas digital Treasury menguat sekitar 1,96% atau bertambah Rp49.231 dari Rp2.506.321 ke Rp2.555.552 per gram, mencerminkan minat investor yang tetap terjaga.
Pergerakan harian mengonfirmasi tren bullish jangka pendek emas Antam
Harga emas Antam menunjukkan kenaikan beruntun sejak awal pekan. Pada Senin hingga Rabu, harga bergerak naik dari Rp2.515.000 ke Rp2.584.000 per gram. Koreksi sempat terjadi pada Kamis ke level Rp2.570.000, namun tekanan jual tidak berlangsung lama. Harga kembali menguat pada Jumat dan melonjak pada Sabtu hingga mencapai Rp2.602.000 per gram, sekaligus menutup pekan di level tertinggi dan mengonfirmasi tren bullish jangka pendek.
Fluktuasi terukur menjaga momentum kenaikan emas digital Treasury
Sementara itu, harga emas digital Treasury juga bergerak sejalan dengan tren positif. Harga dibuka di Rp2.506.321 pada awal pekan dan menguat hingga Rabu ke Rp2.531.680 per gram. Tekanan jual muncul pada Kamis saat harga turun ke Rp2.522.188, namun minat beli kembali mendorong penguatan pada Jumat dan Sabtu hingga mencapai Rp2.555.552 per gram. Pergerakan ini menunjukkan kenaikan stabil dengan volatilitas yang relatif terukur.
Sentimen positif menjaga minat lindung nilai investor domestik
Secara keseluruhan, penguatan emas Antam dan Treasury mencerminkan sentimen pasar yang konstruktif. Investor domestik cenderung melakukan akumulasi meski terjadi koreksi harian. Kondisi tersebut menegaskan peran emas sebagai instrumen lindung nilai yang relevan bagi investor jangka menengah di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Faktor global dan teknikal membentuk arah pergerakan emas selanjutnya
Tren kenaikan domestik sejalan dengan lonjakan harga emas global yang terus mendekati rekor baru. Ekspektasi pelonggaran kebijakan The Fed, data tenaga kerja Amerika Serikat yang melemah, serta ketegangan geopolitik menopang arus dana safe haven. Dari sisi teknikal, indikator RSI yang berada di atas level 50 menjaga bias bullish, meski potensi koreksi jangka pendek tetap terbuka akibat kondisi jenuh beli.
Prospek jangka menengah tetap mendukung penguatan harga emas
Ke depan, prospek emas jangka pendek hingga menengah dinilai masih positif. Sejumlah lembaga keuangan global seperti UBS, HSBC, dan Goldman Sachs melihat peluang harga emas mendekati USD5.000 per troy ons. Selama ketidakpastian global dan kebijakan moneter longgar berlanjut, emas diperkirakan tetap bertahan kuat sebagai aset lindung nilai utama.
