Harga Emas Dunia Menembus USD 5.300 untuk Pertama Kalinya pada Perdagangan Rabu
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
Harga emas dunia kembali mencetak sejarah dengan menembus level USD 5.300 per ounce untuk pertama kalinya pada perdagangan Rabu, 28 Januari 2026. Kenaikan tajam ini terjadi di tengah melemahnya kepercayaan pasar terhadap dolar Amerika Serikat serta meningkatnya kekhawatiran atas independensi bank sentral AS, Federal Reserve. Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke emas sebagai aset lindung nilai yang aman.
Pelemahan Dolar AS Mendorong Permintaan Emas Global
Pada perdagangan pagi waktu GMT, harga emas di pasar spot melonjak 1,7 persen menjadi USD 5.275,68 per ounce, setelah sebelumnya menyentuh rekor intraday di level USD 5.311,31 per ounce. Sementara itu, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Februari naik lebih agresif sebesar 3,7 persen ke posisi USD 5.271,70 per ounce. Lonjakan ini memperpanjang reli emas yang dalam dua hari terakhir telah menguat lebih dari 3 persen.
Pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik emas di pasar internasional. Nilai tukar dolar terpantau berada di dekat level terendah dalam empat tahun, sehingga membuat harga emas yang dipatok dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli dari luar Amerika Serikat. Situasi ini secara langsung meningkatkan permintaan fisik maupun investasi emas.
Isu Kebijakan Moneter AS Memperkuat Sentimen Safe Haven
Sentimen pasar juga dipengaruhi oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengindikasikan akan segera mengumumkan calon Kepala Federal Reserve yang baru. Trump bahkan memprediksi suku bunga akan turun setelah pimpinan baru The Fed dilantik. Pernyataan tersebut memicu spekulasi bahwa kebijakan moneter AS ke depan akan lebih longgar.
Analis menilai emas cenderung berkinerja positif di tengah ekspektasi suku bunga rendah karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga. Ketidakpastian mengenai arah kebijakan moneter dan independensi bank sentral semakin memperkuat posisi emas sebagai aset safe haven utama di tengah gejolak global.
Analis Perkirakan Harga Emas Bisa Capai USD 6.000 pada 2026
Sepanjang 2026, harga emas telah melonjak lebih dari 20 persen dan melanjutkan reli kuat yang terjadi sepanjang tahun sebelumnya. Sejumlah bank investasi global bahkan menaikkan proyeksi harga emas. Analis Deutsche Bank menyebut harga emas berpotensi menembus USD 6.000 per ounce pada tahun ini, didorong oleh permintaan investasi yang konsisten serta pembelian bank sentral di tengah tren de-dolarisasi.
Permintaan ritel di kawasan Asia, khususnya di Shanghai dan Hong Kong, juga tetap solid meskipun harga berada di level tertinggi. Kondisi ini menunjukkan bahwa minat investor terhadap emas masih sangat kuat, baik sebagai instrumen investasi jangka panjang maupun perlindungan nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global.
