Harga Emas Dunia Menguat Tajam Usai Menembus Rekor USD 5.000 per Troy Ounce
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4089307/original/075313700_1657837181-Harga_Emas_Hari_Ini.jpeg)
Harga emas dunia kembali menguat tajam pada perdagangan awal pekan dan mencetak rekor tertinggi baru setelah menembus level psikologis USD 5.000 per troy ounce. Lonjakan harga ini mencerminkan derasnya arus dana investor global yang beralih ke emas sebagai aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan keuangan dunia.
Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, harga emas spot melonjak lebih dari 2 persen dan bergerak stabil di atas level USD 5.000. Penguatan berlanjut hingga mendekati area USD 5.100, bahkan sempat menyentuh rekor intraday di level USD 5.111 sebelum terkoreksi terbatas ke kisaran USD 5.095.
Ketidakpastian Global Mendorong Investor Memburu Aset Safe Haven
Eskalasi ketegangan geopolitik global mendorong investor meningkatkan kepemilikan emas. Kekhawatiran terhadap stabilitas keuangan internasional serta risiko konflik dagang membuat emas kembali menjadi pilihan utama sebagai aset safe haven. Selain itu, bank sentral di berbagai negara terus menambah cadangan emas sebagai bagian dari strategi diversifikasi devisa, sehingga menopang permintaan jangka panjang.
Kondisi tersebut membuat tren penguatan harga emas semakin solid dan menarik minat investor jangka pendek maupun jangka panjang.
Analis Menilai Tren Bullish Emas Masih Sangat Kuat
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai pergerakan harga emas saat ini berada dalam fase bullish yang sangat kuat. Pola candlestick dan indikator moving average menunjukkan dominasi pembeli masih terjaga meskipun volatilitas meningkat di sekitar level tertinggi sepanjang masa.
Andy menjelaskan, selama harga emas mampu bertahan di atas area support psikologis USD 5.000 per troy ounce, arah pergerakan masih cenderung menguat. Dalam jangka pendek, tekanan beli berpotensi mendorong harga emas menuju area USD 5.150.
Pasar Mewaspadai Potensi Koreksi di Tengah Kondisi Overbought
Meski tren penguatan masih dominan, Andy mengingatkan pasar tetap perlu mewaspadai potensi koreksi. Kondisi teknikal yang sudah berada di wilayah overbought membuka peluang aksi ambil untung dalam jangka pendek. Jika momentum melemah, harga emas berpotensi terkoreksi menuju area support terdekat di kisaran USD 4.990.
Pada sesi Asia Selasa, 27 Januari 2026, harga emas bertahan di area tinggi sekitar USD 5.050. Investor tetap mempertahankan posisi emas sambil menunggu kepastian arah kebijakan moneter global.
Isu Tarif Trump dan Kebijakan The Fed Menopang Harga Emas
Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap barang Kanada jika negara tersebut memperkuat kerja sama dagang dengan China. Ancaman tersebut memicu kekhawatiran perang dagang global dan semakin menguatkan daya tarik emas.
Selain itu, pasar menanti keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan Rabu, 28 Januari 2026. Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50–3,75 persen. Ekspektasi suku bunga rendah dan isu independensi The Fed turut memperkuat prospek harga emas dalam waktu dekat.
