Harga Emas Dunia Melonjak dan Membuat Emas Fisik Kian Mahal di Dalam Negeri
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
Jakarta – Harga emas dunia kembali mencetak rekor tertinggi pada awal pekan dan memicu dampak signifikan di pasar domestik. Pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026, harga emas global menyentuh level USD 5.085 per troy ounce. Lonjakan ini menegaskan berlanjutnya tren penguatan emas di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai kenaikan harga emas dunia langsung mendorong harga emas di Indonesia semakin mahal. Meski nilai tukar rupiah mengalami penguatan, kondisi tersebut belum mampu menahan kenaikan harga emas karena ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar domestik.
Ketimpangan Pasokan dan Permintaan Membuat Emas Fisik Kian Langka
Ibrahim menjelaskan bahwa persoalan utama di pasar emas nasional saat ini bukan terletak pada nilai tukar, melainkan pada keterbatasan pasokan. Permintaan emas yang tinggi tidak diimbangi dengan ketersediaan barang, sehingga emas fisik semakin sulit diperoleh masyarakat.
Ia menilai kondisi kelangkaan ini membuat sebagian calon investor kesulitan melakukan pembelian emas batangan. Situasi tersebut semakin terasa ketika harga emas berada di level tinggi dan mendekati batas psikologis baru di pasar dalam negeri.
Pengamat Mendorong Masyarakat Memilih Emas Digital sebagai Alternatif
Di tengah mahal dan langkanya emas fisik, Ibrahim Assuaibi menyarankan masyarakat mulai mempertimbangkan emas digital sebagai alternatif investasi. Emas digital dinilai lebih terjangkau karena dapat dibeli dengan nominal kecil, mulai dari Rp100.000 hingga Rp500.000, sehingga membuka akses investasi bagi lebih banyak kalangan.
Selain itu, emas digital memungkinkan pembelian dalam satuan yang sangat kecil, bahkan hingga 0,01 gram. Ibrahim menilai skema ini memberikan fleksibilitas bagi investor ritel yang ingin berinvestasi secara bertahap tanpa harus menunggu dana besar.
Emas Digital Menawarkan Efisiensi dan Akses yang Lebih Luas
Ibrahim menambahkan bahwa spread harga emas digital cenderung lebih kecil dibandingkan emas fisik, sehingga dinilai lebih efisien dari sisi biaya transaksi. Masyarakat juga dapat mengakses emas digital melalui berbagai platform, seperti Metalgo Plus, bullion bank, BSI, dan Pegadaian.
Ia menegaskan bahwa tingginya harga emas saat ini seharusnya tidak menjadi penghalang untuk berinvestasi. Dengan memanfaatkan emas digital, masyarakat tetap dapat menjaga nilai aset dan berpartisipasi dalam tren penguatan emas global.
