Harga Emas Diproyeksikan Mendekati Rp 3 Juta per Gram pada Pekan Depan
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3975041/original/057738200_1648205649-20220325-Harga-emas-pegadaian-naik-ANGGA-6.jpg)
Jakarta – Harga emas dunia kembali bergerak menuju rekor tertinggi dan membuka peluang kenaikan harga logam mulia di dalam negeri hingga mendekati Rp 3 juta per gram pada pekan depan. Proyeksi ini muncul setelah harga emas global ditutup menguat di level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang, dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menyampaikan bahwa harga emas dunia pada penutupan perdagangan Sabtu pagi berada di level USD 4.985 per troy ounce. Posisi ini menandai penguatan signifikan sekaligus mencerminkan tingginya minat investor global terhadap emas sebagai aset lindung nilai.
Seiring penguatan tersebut, harga logam mulia di pasar domestik ikut bergerak naik dan saat ini berada di kisaran Rp 2.887.000 per gram. Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen global masih menjadi faktor utama yang mendorong pergerakan harga emas di dalam negeri.
Sentimen Global Terus Menggerakkan Harga Emas Secara Fluktuatif
Ibrahim menilai pergerakan harga emas dalam sepekan ke depan akan berlangsung dinamis dengan tingkat volatilitas yang cukup tinggi. Ia menegaskan bahwa pasar emas saat ini sangat responsif terhadap perkembangan eksternal, terutama yang berkaitan dengan stabilitas global.
Menurutnya, faktor geopolitik menjadi pendorong utama pergerakan harga emas dunia. Selain itu, ketegangan perang dagang, dinamika politik Amerika Serikat, serta keseimbangan antara pasokan dan permintaan global juga turut membentuk arah pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Kombinasi faktor tersebut membuat harga emas berpotensi bergerak tajam, baik ke arah penguatan maupun koreksi, tergantung sentimen yang berkembang di pasar internasional.
Tekanan Pasar Berpotensi Menurunkan Harga Emas Dunia
Dalam skenario pelemahan, Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia berpotensi terkoreksi hingga menyentuh level USD 4.960. Jika tekanan jual berlanjut dan level ini berhasil ditembus, harga logam mulia di dalam negeri diperkirakan turun ke kisaran Rp 2.852.000 per gram.
Lebih jauh, koreksi yang berlanjut dapat membawa harga emas dunia menuju area support berikutnya di level USD 4.904 hingga akhir pekan. Pada kondisi tersebut, harga logam mulia domestik diperkirakan berpotensi melemah lebih dalam hingga mendekati Rp 2.752.000 per gram.
Penguatan Harga Membuka Peluang Tembus Rp 2,9 Juta per Gram
Sebaliknya, jika harga emas dunia kembali melanjutkan tren kenaikan, Ibrahim memperkirakan harga berpeluang menembus level USD 5.020 pada awal pekan. Pencapaian tersebut diperkirakan akan mendorong harga logam mulia di dalam negeri naik ke kisaran Rp 2.992.000 per gram.
Kenaikan lanjutan bahkan dinilai berpotensi membawa harga emas dunia menuju level resistensi berikutnya di USD 5.100 hingga akhir pekan. Dalam skenario ini, harga logam mulia domestik diperkirakan mencapai sekitar Rp 3.092.000 per gram, meski masih berada di bawah level psikologis Rp 3.100.000.
