Investor Ambil Untung, Harga Emas Dunia Turun dari Rekor Tertinggi
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4723188/original/034031500_1705921925-fotor-ai-20240122181144.jpg)
Investor lakukan aksi ambil untung setelah harga emas catat rekor baru
Jakarta – Harga emas dunia terkoreksi pada perdagangan Kamis setelah investor ramai melakukan aksi ambil untung menyusul lonjakan emas ke level tertinggi sepanjang masa. Meskipun terjadi koreksi, kinerja emas tetap mencatatkan penguatan bulanan terbaik sejak 1980-an di tengah ketidakpastian ekonomi dan ketegangan geopolitik global.
Emas spot turun 1,3 persen meski tren bulanan tetap kuat
Harga emas spot merosot 1,3% menjadi USD 5.330,20 per ounce, setelah sempat menukik lebih dari 5% ke level USD 5.109,62. Sebelumnya, logam mulia ini sempat mencapai rekor tertinggi USD 5.594,82 pada sesi yang sama. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari menutup perdagangan dengan penurunan 0,3% di posisi USD 5.318,40.
Analis prediksi emas tetap prospektif meski terjadi koreksi
David Meger, Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, menyebut aksi jual terjadi setelah emas mencetak rekor baru. Meski terkoreksi, harga emas spot naik sekitar 24% sepanjang Januari 2026 dan menguat 7% dalam sepekan terakhir. UBS memproyeksikan harga emas bisa mencapai USD 6.200 pada kuartal pertama tahun ini sebelum diperkirakan turun ke USD 5.900 pada akhir 2026.
Permintaan emas meningkat dari investor ritel hingga institusi
Permintaan emas terus meluas, mulai dari investor kripto hingga bank sentral. Brian Lan, Managing Director GoldSilver Central, menekankan investor mencari instrumen dengan potensi imbal hasil tinggi. Ketegangan geopolitik, termasuk tekanan AS terhadap Iran terkait kesepakatan nuklir, turut mendorong minat terhadap emas. CEO Tether juga menyatakan akan mengalokasikan 10%–15% portofolionya ke emas fisik, sementara kepemilikan SPDR Gold Trust naik ke level tertinggi hampir empat tahun terakhir.
Harga perak ikut terkoreksi meski tren bulanan tetap positif
Harga perak spot turun 2,1% menjadi USD 114,141 per ounce setelah sempat menyentuh USD 121,64. Sepanjang Januari, perak melonjak lebih dari 60% karena defisit pasokan dan aksi beli berbasis momentum. Guy Wolf, Kepala Analisis Pasar Global Marex, menyebut pasar logam seperti perak, platinum, dan paladium lebih kecil dan rentan terhadap arus spekulasi dibanding emas.
