Pakar Ekonomi Ingatkan Masyarakat Waspadai FOMO di Tengah Lonjakan Harga Emas
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369941/original/055657900_1476098427-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY4.jpg)
Felisitas Defung tegaskan investasi emas harus bersifat jangka panjang
Jakarta – Pakar ekonomi Felisitas Defung mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak fenomena fear of missing out (FOMO) saat harga emas melonjak. Ia menekankan bahwa investasi emas harus bersifat jangka panjang dan bukan semata-mata untuk mengejar keuntungan cepat. Lonjakan harga emas saat ini dipicu oleh kondisi geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.
Harga emas Galeri24 dan UBS mencatatkan level tertinggi
Pada Jumat, 30 Januari 2026, harga emas di pasaran mencapai angka tinggi, dengan produk Galeri24 dibanderol Rp3,26 juta per gram dan produk UBS mencapai Rp3,27 juta per gram. Fenomena ini menarik minat investor dari generasi milenial hingga Gen Z yang terus mengikuti grafik kenaikan harga melalui media sosial. Defung menilai keterpaparan informasi digital mendorong peningkatan minat membeli emas secara signifikan.
Platform digital permudah masyarakat membeli emas dengan nominal kecil
Defung menyebutkan bahwa platform investasi digital mempermudah masyarakat membeli emas mulai dari nominal kecil, misalnya Rp500 ribu, tanpa harus membeli fisik seberat satu gram. Meskipun mempermudah, masyarakat diingatkan untuk tetap waspada terhadap aplikasi investasi bodong dan memastikan platform tersebut terdaftar resmi di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Investasi fisik tetap memiliki nilai bagi investor yang mengutamakan keamanan
Ia menambahkan bahwa meski investasi digital lebih praktis bagi generasi muda, emas fisik tetap memberikan rasa aman karena dapat dipegang secara langsung. Namun, investasi fisik memerlukan biaya tambahan untuk penyimpanan. Defung menekankan bahwa strategi terbaik adalah tidak membeli emas pada puncak harga, terutama jika modal berasal dari pinjaman atau utang.
Edukasi keuangan penting bagi masyarakat untuk mengelola aset
Defung menegaskan pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat, termasuk di Kalimantan Timur, agar tidak sekadar mengikuti tren tetapi mampu mengelola aset dengan bijak. Edukasi ini membantu masyarakat membuat keputusan investasi yang lebih stabil dan mengoptimalkan potensi keuntungan dari emas sebagai aset yang aman di tengah ketidakpastian ekonomi.
