Harga Emas Dunia dan Domestik Anjlok pada 31 Januari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
Investor mencermati penurunan harga emas global akibat pencalonan Ketua The Fed
Jakarta – Harga emas dunia mengalami tekanan tajam pada perdagangan Jumat, 30 Januari 2026, dan berlanjut di pasar domestik pada Sabtu, 31 Januari 2026. Penurunan ini menimbulkan perhatian luas dari investor dan pelaku pasar logam mulia karena emas berperan sebagai aset lindung nilai yang krusial.
Pasar global menurunkan harga emas setelah kabar pencalonan Kevin Warsh
Sentimen pasar terhadap pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve AS oleh Presiden Donald Trump memicu penguatan dolar Amerika Serikat. Penguatan dolar ini menekan harga emas spot dunia sekitar 9% menjadi USD 4.895,22 per ons dan kontrak berjangka turun 11,4% ke USD 4.745,10 per ons. Investor menilai penguatan dolar mengurangi daya tarik emas sebagai aset investasi, sehingga mendorong aksi jual di pasar global.
Antam menyesuaikan harga emas batangan dengan penurunan signifikan
Di Indonesia, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menurunkan harga emas batangan secara signifikan pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026. Harga emas Antam ukuran 1 gram turun Rp 260.000 menjadi Rp 2.860.000 per gram dari sebelumnya Rp 3.120.000. Penurunan ini memengaruhi harga buyback yang kini berada di angka Rp 2.654.000 per gram, memberikan dampak langsung bagi pembeli dan penjual emas domestik.
Pegadaian dan platform perhiasan menyesuaikan harga emas secara serentak
PT Pegadaian (Persero) menurunkan harga emas mereka, termasuk produk dari Galeri24 dan UBS, tetap berada di atas level Rp 3 juta per gram. Penurunan harga emas ini juga memengaruhi sektor perhiasan. Raja Emas Indonesia menyesuaikan harga jual dan beli emas 24 karat hingga 5 karat, sementara Laku Emas melakukan penyesuaian harga jual per gram sesuai kadar, memastikan konsistensi dengan pergerakan pasar domestik dan global.
Investor tetap disarankan cermat merespons fluktuasi emas
Meskipun terjadi penurunan signifikan, para investor disarankan menilai pergerakan harga dengan hati-hati. Faktor kebijakan moneter global, termasuk penguatan dolar AS, dan dinamika pasar domestik saling memengaruhi, sehingga strategi diversifikasi tetap penting bagi pelaku pasar emas di Indonesia.
