Warga China Berbondong Jual Perhiasan di Mesin Daur Ulang Saat Harga Emas Pecah Rekor
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5297066/original/050946000_1753669763-Gemini_Generated_Image_4l859a4l859a4l85.jpg)
Warga Shanghai memadati mesin daur ulang emas otomatis
Shanghai – Puluhan warga Shanghai memanfaatkan mesin daur ulang emas otomatis di pusat perbelanjaan untuk menjual perhiasan lama dan barang warisan keluarga. Lonjakan harga emas dunia mendorong mereka mengubah koleksi emas menjadi uang tunai, sementara harga logam mulia mencapai level tertinggi sepanjang sejarah.
Harga emas memicu aksi jual ketimbang beli
Menurut Channel News Asia, Minggu (1/2/2026), China tetap menjadi konsumen emas terbesar dunia, namun kali ini lonjakan harga membuat masyarakat lebih memilih menjual daripada membeli. Banyak keluarga yang biasanya membeli emas untuk menandai momen penting kini memanfaatkan kesempatan untuk meraup keuntungan dari koleksi lama.
Mesin otomatis Kinghood Group menarik perhatian warga
Pada Kamis (29/1/2026), ketika harga emas mendekati USD 5.600 per ons, mesin kuning milik Kinghood Group menjadi pusat perhatian. Wu, perempuan 54 tahun, menjual koin emas panda yang dibeli tahun 2002 dan cincin warisan ayahnya. Cincin tersebut laku sekitar 10.000 yuan, naik tajam dari harga awal 1.000 yuan yang dibayarkan ibunya puluhan tahun lalu.
Mesin daur ulang menampilkan transparansi transaksi
Mesin menampilkan harga emas real time dari Shanghai Gold Exchange dan menggunakan robot serta gelombang cahaya untuk menilai kemurnian emas. Warga seperti Zhao memasukkan cincin warisan kakeknya dan menerima penawaran lebih dari 12.000 yuan. Proses ini berlangsung cepat dan transparan, menarik perhatian pengunjung mal yang terpana melihat perhiasan berubah menjadi uang tunai dalam hitungan menit.
Antrean panjang mencerminkan minat masyarakat
Wu menyebut ibunya sangat antusias memanfaatkan lonjakan harga emas sebagai tambahan dana pensiun. Zhao pun menunggu giliran untuk menjual cincin dan gelang peninggalan keluarga. Fenomena ini menegaskan bahwa masyarakat China memanfaatkan kesempatan emas melonjak untuk menambah penghasilan secara instan dan praktis melalui mesin otomatis.
