Harga Emas Dunia Turun Tajam pada Awal Februari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4826292/original/095830100_1715176226-fotor-ai-20240508204955.jpg)
Investor mencermati penurunan emas dan perak setelah reli ekstrem
Jakarta – Harga emas dunia kembali mengalami koreksi tajam pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah reli yang mendorong harga mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada pekan sebelumnya. Penurunan ini juga diikuti oleh harga perak, yang merosot signifikan setelah mencatatkan penurunan intraday terbesar sepanjang sejarah. Data Yahoo Finance mencatat harga emas spot turun hingga 4% di awal pekan, sementara harga perak menyusut hampir 12%.
Pada pukul 07:16 waktu Singapura, harga emas tercatat USD 4.742,73 per ounce, turun 3,2% dari penutupan sebelumnya. Harga perak merosot 7,7% menjadi USD 78,84, sementara platinum dan paladium juga mengalami penurunan. Kenaikan indeks dolar Bloomberg sebesar 0,9% turut menekan harga logam mulia. Pelemahan ini dipicu oleh pengumuman Presiden AS Donald Trump yang akan menominasikan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve, sehingga memicu penguatan dolar AS.
Pekan ini pelaku pasar menyiapkan agenda data ekonomi penting
Kitco melaporkan bahwa pekan ini akan padat dengan rilis data ekonomi utama, terutama dari sektor ketenagakerjaan. Investor akan menyesuaikan strategi mereka dengan perkembangan kebijakan suku bunga The Fed, khususnya dengan potensi kepemimpinan baru di bank sentral. Beberapa bank sentral besar dunia juga dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga.
Senin pagi, pelaku pasar fokus pada data PMI Manufaktur ISM Januari, sementara malamnya Reserve Bank of Australia mengumumkan keputusan kebijakan moneternya. Selasa, perhatian beralih ke data lowongan pekerjaan JOLTS, dan Rabu pagi pasar mencermati laporan ketenagakerjaan ADP serta PMI Jasa ISM Januari. Kamis, Bank of England dan Bank Sentral Eropa mengumumkan keputusan suku bunga, diikuti rilis klaim pengangguran mingguan AS. Pekan ini ditutup Jumat dengan laporan Nonfarm Payrolls AS untuk Desember dan hasil awal Survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan.
Pekan lalu emas mencatat fluktuasi ekstrem dan investor terpecah
Harga emas dunia pada pekan terakhir Januari sempat melonjak menembus USD 5.600 sebelum merosot lebih cepat dibandingkan periode manapun dalam ingatan terbaru. Pada Senin, 1 Februari 2026, harga emas spot dibuka di USD 5.021,97 dan sempat bergerak tenang di kisaran USD 60 hingga USD 5.100. Tekanan besar muncul Jumat pagi, menurunkan harga ke USD 4.679,51 per ons. Upaya pemulihan gagal menembus USD 5.000, membuat emas bergerak liar di kisaran USD 4.840–4.900 hingga akhir pekan.
Survei Kitco menunjukkan pelaku pasar di Wall Street terpecah soal arah emas jangka pendek, sementara investor ritel tetap bullish. Analis Barchart.com Darin Newsom menyatakan harga emas sulit diprediksi pekan ini karena volatilitas ekstrem. Rich Checkan dari Asset Strategies International memproyeksikan harga emas akan naik, mengingat janji suku bunga rendah mendukung logam mulia. Adrian Day dari Adrian Day Asset Management menilai tren jangka panjang emas tetap stabil meski terjadi koreksi tajam.
