Harga Emas Antam Naik Tajam Rp 167.000 pada 2 Februari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
PT Aneka Tambang mencatat kenaikan harga emas setelah penurunan pekan lalu
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mencatat lonjakan harga emas pada perdagangan Senin, 2 Februari 2026, setelah pekan sebelumnya harga logam mulia ini turun tajam. Harga emas Antam naik Rp 167.000 menjadi Rp 3.027.000 per gram, meningkat dari level Rp 2.860.000 per gram. Lonjakan ini menandai pemulihan harga emas setelah anjlok signifikan yang terjadi di akhir Januari 2026.
Harga buyback emas Antam turun Rp 21.000 menjadi Rp 2.633.000 per gram, menunjukkan jika konsumen menjual emas, Antam akan membelinya di harga tersebut. Sebelumnya, harga emas Antam mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, di level Rp 3.168.000 per gram, sedangkan harga buyback berada di angka Rp 2.989.000 per gram. Data ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga akurat dan kredibel bagi publik.
Antam merilis daftar harga emas untuk berbagai ukuran
Antam menetapkan harga emas untuk pengiriman melalui Ekspedisi Pulogadung Jakarta mulai dari Rp 1.563.500 untuk 0,5 gram hingga Rp 2.967.600.000 untuk 1.000 gram. Harga emas per gram meningkat signifikan, sedangkan harga buyback menyesuaikan tren pasar yang volatil. Lonjakan harga ini terjadi seiring fluktuasi harga emas dunia yang mencapai rekor USD 5.600 per ons sebelum mengalami koreksi cepat di pekan terakhir Januari.
Pasar emas menunjukkan volatilitas tinggi dan pandangan beragam
Survei Kitco News mengungkapkan bahwa pelaku pasar di Wall Street terpecah terkait arah emas jangka pendek, sementara investor ritel tetap mempertahankan sikap bullish. Analis senior Barchart.com, Darin Newsom, menyatakan harga emas sulit diprediksi karena pasar mencatat fluktuasi harian ratusan dolar. Rich Checkan, Presiden dan COO Asset Strategies International, memproyeksikan harga emas akan naik, mengingat suku bunga rendah mendukung logam mulia. Sementara Adrian Day, presiden Adrian Day Asset Management, menilai tren jangka panjang emas tetap stabil meski terjadi koreksi tajam.
