Gen Z dan Milenial Ramai Menabung Emas di Tengah Lonjakan Harga dan Tekanan Inflasi

Kenaikan Harga Emas Mendorong Minat Investasi Generasi Muda
Ketidakpastian ekonomi global dan tekanan inflasi yang terus meningkat kembali mengangkat pamor emas sebagai instrumen investasi. Kondisi ini mendorong generasi muda, khususnya Gen Z dan milenial, untuk semakin aktif menabung emas. Tren tersebut menguat seiring lonjakan harga emas yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan pantauan pada periode 19–25 Januari 2026, harga emas Logam Mulia Antam tercatat melonjak hingga Rp 184.000 per gram. Kenaikan signifikan ini memperkuat daya tarik emas sebagai aset lindung nilai yang dinilai mampu menjaga nilai kekayaan di tengah gejolak ekonomi. Situasi tersebut membuat emas tidak lagi identik dengan investasi generasi mapan, melainkan mulai digemari kalangan muda.
OJK Menilai Emas Menjadi Instrumen Investasi yang Relevan
Otoritas Jasa Keuangan menilai tingginya minat Gen Z dan milenial terhadap emas mencerminkan meningkatnya kesadaran finansial. OJK menyebut emas memiliki karakteristik yang relevan dengan kebutuhan generasi muda, terutama karena nilainya cenderung stabil dan tahan terhadap inflasi. Selain itu, emas relatif mudah dicairkan ketika dibutuhkan.
OJK juga menyoroti kemudahan akses sebagai faktor pendorong utama. Saat ini, masyarakat dapat mulai menabung emas dengan modal kecil, bahkan dari nominal puluhan ribu rupiah. Kehadiran berbagai platform digital turut mempermudah proses pembelian, penyimpanan, hingga penjualan emas, sehingga investasi ini terasa lebih praktis dan inklusif.
Literasi Keuangan Mendorong Pergeseran Pola Investasi Anak Muda
Meningkatnya minat menabung emas di kalangan generasi muda tidak semata dipicu oleh tren atau fear of missing out. Fenomena ini juga menunjukkan adanya pergeseran pola pikir dalam mengelola keuangan. Generasi muda mulai mempertimbangkan tujuan keuangan jangka panjang dan mencari instrumen yang relatif aman di tengah volatilitas pasar.
Melalui akun Instagram resminya, OJK turut mengajak masyarakat untuk mulai berinvestasi emas sejak dini sebagai langkah menyiapkan masa depan finansial yang lebih stabil. Ajakan tersebut sejalan dengan upaya peningkatan literasi dan inklusi keuangan nasional yang menyasar generasi produktif.
Lonjakan Permintaan Emas Mencerminkan Kewaspadaan Ekonomi
Di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi, lonjakan minat terhadap emas mencerminkan sikap kehati-hatian investor, termasuk generasi muda. Emas kembali diposisikan sebagai instrumen perlindungan nilai yang dianggap mampu bertahan dalam berbagai kondisi ekonomi. Tren ini sekaligus menandai semakin luasnya pemahaman Gen Z dan milenial terhadap strategi pengelolaan keuangan yang berkelanjutan.
