Harga Buyback Emas Antam Naik 66,15% hingga Jumat (5/12)

Harga Buyback Emas Antam Naik 66,15% per 5 Desember 2025, Masih di Bawah Rekor Tertinggi

Karyawati memperlihatkan kepingan emas Antam di Jakarta, Senin (30/6/2025). Bisnis/Arief Hermawan P

Harga buyback emas Antam terus melanjutkan tren penguatan hingga Jumat 5 Desember 2025. Sepanjang tahun berjalan, nilai buyback emas tercatat melonjak hingga dua digit dan menembus level Rp2.268.000 per gram. Kenaikan tersebut mencerminkan lonjakan sebesar 66,15 persen secara year to date.

Berdasarkan data Logam Mulia pada perdagangan Jumat pagi, harga buyback emas Antam kembali naik Rp1.000 dibandingkan posisi sebelumnya. Walaupun terus menanjak, harga buyback saat ini masih belum mampu menembus rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercatat di level Rp2.336.000 per gram pada 21 Oktober 2025.

Pengertian Buyback Emas dan Keuntungannya

Buyback emas merupakan proses penjualan kembali emas kepada pihak produsen atau lembaga resmi. Transaksi ini mencakup emas batangan, logam mulia, hingga perhiasan. Umumnya, harga buyback berada di bawah harga jual harian.

Meski demikian, investor tetap berpeluang mencatatkan keuntungan apabila selisih antara harga beli dan harga buyback cukup lebar. Oleh sebab itu, buyback tetap menjadi instrumen penting bagi pemilik emas dalam mengukur potensi imbal hasil.

Selain itu, pemerintah mengatur transaksi buyback emas melalui PMK Nomor 34 Tahun 2017. Dalam aturan tersebut, penjualan kembali emas batangan dengan nilai di atas Rp10 juta dikenakan PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut langsung dipotong dari nilai transaksi buyback.

Harga Buyback Antam Bergerak Sejalan dengan Emas Global

Pergerakan harga buyback emas Antam saat ini mengikuti arah pergerakan emas dunia. Pada perdagangan Jumat pagi pukul 06.43 WIB, harga emas dunia tercatat berada di level US$4.205,88 per troy ounce. Angka tersebut sedikit melemah dibandingkan posisi penutupan sebelumnya.

Meski mengalami penurunan tipis, harga emas global sempat menguat pada sesi sebelumnya. Kenaikan tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya imbal hasil obligasi Amerika Serikat dan melemahnya nilai tukar dolar AS. Di sisi lain, pelaku pasar juga tengah menantikan rilis data inflasi sebagai sinyal arah kebijakan suku bunga The Federal Reserve pada Desember mendatang.

Mengutip laporan Reuters, harga emas di pasar spot tercatat menguat 0,1 persen menjadi US$4.210,49 per ounce. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik 0,2 persen di level US$4.243 per ounce.

Analis Marex, Edward Meir, menilai bahwa penguatan imbal hasil obligasi AS masih membatasi ruang kenaikan emas. Namun, di saat yang sama, pergerakan indeks dolar AS justru memberikan dukungan tambahan bagi logam mulia.

Kenaikan Buyback Jadi Sinyal Positif bagi Investor

Lonjakan harga buyback emas Antam sepanjang 2025 menjadi sinyal positif bagi para investor emas. Kenaikan ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen lindung nilai yang solid di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Dengan tren penguatan yang masih terjaga, banyak investor mulai memanfaatkan momentum ini untuk mengatur ulang strategi investasi. Sebagian memilih menahan emas lebih lama, sementara yang lain mulai merealisasikan keuntungan melalui transaksi buyback.