Harga Emas Dunia Mencetak Rekor Baru dan Menguat Signifikan pada Senin 12 Januari 2026

Pasar global mendorong lonjakan harga emas ke level tertinggi sepanjang sejarah
Harga emas dunia kembali mencatat sejarah baru pada perdagangan Senin, 12 Januari 2026. Emas global melonjak 1,30% dan bertengger di level USD4.568,80 per troy ons. Pada sesi pagi sekitar pukul 07.55 WIB, harga bahkan sempat menembus USD4.600 per troy ons, sekaligus mengukir rekor intraday tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya dan mempertegas dominasi emas sebagai aset lindung nilai utama.
Penguatan beruntun mengantar emas memasuki reli awal pekan
Penguatan tajam pada awal pekan tidak terjadi secara tiba-tiba. Pada Jumat, 10 Januari 2026, harga emas dunia sudah ditutup naik 0,76% ke posisi USD4.509,79 per troy ons. Kenaikan beruntun selama dua hari tersebut membuka jalan bagi reli lanjutan, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset aman di tengah tekanan global yang terus berkembang.
Kombinasi data ekonomi dan geopolitik menopang reli emas
Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global di TD Securities, menilai lonjakan emas dipicu oleh gabungan sejumlah faktor krusial. Ia menyoroti lemahnya penciptaan lapangan kerja Amerika Serikat, meningkatnya ketegangan geopolitik, serta harga minyak yang cenderung tinggi dan bersifat inflasi. Kondisi tersebut memperkuat persepsi pasar bahwa risiko global masih tinggi dan mendukung kenaikan harga emas.
Data tenaga kerja AS memperkuat ekspektasi pelonggaran kebijakan
Data penggajian non-pertanian Amerika Serikat pada Desember menunjukkan penambahan tenaga kerja hanya 50.000, lebih rendah dari ekspektasi pasar sebesar 60.000. Meski tingkat pengangguran turun ke 4,4%, perlambatan penciptaan lapangan kerja memicu spekulasi bahwa The Fed memiliki ruang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneternya.
Ketegangan geopolitik meningkatkan daya tarik aset safe haven
Dari sisi geopolitik, eskalasi konflik global turut memperkuat permintaan emas. Kerusuhan di Iran, konflik Rusia–Ukraina yang berlarut, penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika Serikat, hingga sinyal Washington terkait rencana pengambilalihan Greenland menambah ketidakpastian global dan mengalihkan arus modal ke emas.
Harga emas Indonesia ikut mencetak rekor tertinggi sepanjang masa
Sejalan dengan lonjakan global, harga emas di Indonesia juga mencatat rekor baru. Pada Senin, 12 Januari 2026, harga beli emas Antam melonjak Rp29.000 menjadi Rp2.631.000 per gram. Harga buyback ikut naik dengan nominal yang sama ke level Rp2.484.000 per gram, menandakan tingginya permintaan domestik.
Emas digital mencerminkan volatilitas di tengah tren bullish
Pergerakan serupa terlihat pada emas digital. Harga beli emas di aplikasi Treasury sempat menyentuh rekor Rp2.601.076 per gram pada pukul 07.00 WIB. Namun, aksi ambil untung membuat harga terkoreksi ke Rp2.593.685 per gram pada pukul 10.00 WIB, meski tren penguatan tetap terjaga.
