Harga Emas 24 Karat Antam Turun Tajam Rp 21.000 per Gram pada 13 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3172730/original/061289100_1594117388-20200707-Harga-Emas-Pegadaian-Naik-Rp-4.000-5.jpg)
Antam Menurunkan Harga Emas dan Memicu Respons Investor
Pergerakan harga emas di pasar domestik kembali menarik perhatian pelaku pasar pada Jumat, 13 Maret 2026. PT Aneka Tambang Tbk mencatat penurunan signifikan pada harga emas batangan 24 karat, yang langsung memengaruhi keputusan investor dalam bertransaksi.
Harga emas Antam turun sebesar Rp 21.000 per gram menjadi Rp 3.021.000. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan pasar dalam jangka pendek sekaligus mencerminkan perubahan sentimen investor terhadap logam mulia.
Selain itu, harga buyback atau pembelian kembali juga mengalami penyesuaian. Antam menetapkan harga buyback di level Rp 2.783.000 per gram, sehingga menjadi acuan penting bagi investor yang ingin melepas aset emasnya.
Pegadaian Menawarkan Harga Emas Beragam Sesuai Produk
Di sisi lain, Pegadaian menghadirkan variasi harga emas dari berbagai merek seperti UBS dan Galeri24. Pada tanggal yang sama, harga emas UBS tercatat di Rp 3.082.000 per gram, sedangkan Galeri24 berada di Rp 3.066.000 per gram.
Kedua harga tersebut mengalami penurunan dibandingkan hari sebelumnya, yang menunjukkan tren pelemahan harga emas secara umum di pasar domestik. Perbedaan harga ini muncul karena faktor jenis produk, ukuran, serta mekanisme transaksi di masing-masing platform.
Dengan demikian, calon investor perlu membandingkan harga dari berbagai penyedia sebelum mengambil keputusan pembelian agar mendapatkan nilai terbaik.
IndoGold Menyajikan Harga Kompetitif untuk Emas Antam dan UBS
Selain Pegadaian, IndoGold juga menawarkan harga emas yang cukup kompetitif. Berdasarkan data per 13 Maret 2026 pagi, harga beli emas UBS 1 gram tercatat Rp 2.947.000, sedangkan emas Antam berada di level Rp 3.094.000 per gram.
Perbedaan harga ini memberikan alternatif bagi masyarakat yang ingin berinvestasi emas melalui platform digital. Namun, investor tetap perlu memperhatikan ketentuan buyback yang bergantung pada kondisi fisik emas saat dijual kembali.
Faktor Global dan Nilai Tukar Menggerakkan Harga Emas
Perubahan harga emas tidak terjadi tanpa sebab. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi harga emas di dalam negeri.
Selain itu, dinamika permintaan dan penawaran global, kebijakan suku bunga, tingkat inflasi, serta harga komoditas lain seperti minyak turut berperan dalam membentuk pergerakan harga emas. Isu geopolitik juga kerap memicu fluktuasi yang cepat di pasar logam mulia.
Karena itu, investor perlu terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih tepat di tengah pergerakan harga yang dinamis.
