Harga emas dunia bergerak terbatas pada Selasa, 4 Agustus 2026, setelah pasar mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat dan perkembangan konflik di Timur Tengah. Pada perdagangan pagi, emas dunia berada di level US$4.051,28 per troy ons atau turun tipis 0,04 persen.
Sebelumnya, harga emas menguat 0,29 persen dan menutup perdagangan Senin, 3 Agustus 2026, pada US$4.052,65 per troy ons. Penguatan tersebut menjadi pemulihan setelah emas sempat terkoreksi hingga 1,5 persen pada Jumat sebelumnya.
Pelaku pasar masih memperhatikan prospek inflasi Amerika Serikat dan kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi minat investor terhadap aset safe haven seperti emas.
Inflasi AS dan Kebijakan The Fed Menekan Pergerakan Emas
Analis Marex Edward Meir melihat harga emas telah bertahan di kisaran US$4.000 hingga US$4.200 per troy ons selama lebih dari satu bulan. Menurutnya, pelaku pasar mulai mengantisipasi potensi kenaikan inflasi jika data inflasi Juli kembali menunjukkan tekanan setelah penurunan pada Juni.
Ekspektasi inflasi tersebut masih memberikan dukungan terhadap harga emas. Namun, investor juga harus menghadapi tekanan dari prospek suku bunga tinggi yang dapat mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak menghasilkan imbal hasil.
Kondisi pasar energi turut memperkuat perhatian terhadap inflasi. Harga minyak Brent melonjak lebih dari 20 persen sepanjang bulan sebelumnya setelah konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas serta sejumlah kapal tanker mengalami serangan di sekitar Oman.
Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Situasi tersebut kemudian memperbesar peluang The Fed mempertahankan suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama.
Konflik AS-Iran Kembali Mempengaruhi Sentimen Investor
Perkembangan geopolitik juga membuat pasar emas bergerak hati-hati. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyampaikan bahwa pembicaraan damai dengan Iran akan kembali berlangsung sehingga sempat memberikan sentimen positif bagi pasar.
Namun, Iran membantah adanya pembicaraan atau agenda pertemuan dengan Amerika Serikat. Perbedaan pernyataan tersebut kembali meningkatkan ketidakpastian mengenai hubungan kedua negara.
Investor juga menunggu sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang dapat menentukan arah kebijakan The Fed. Laporan ketenagakerjaan ADP dan data non-farm payrolls menjadi perhatian utama karena keduanya dapat memberikan gambaran mengenai kondisi pasar tenaga kerja dan kebijakan suku bunga berikutnya.
Harga Emas Antam Turun Saat Emas Digital Treasury Menguat
Pergerakan emas domestik menunjukkan arah berbeda pada Selasa, 4 Agustus 2026. Harga beli emas Antam turun Rp7.000 menjadi Rp2.603.000 per gram dari sebelumnya Rp2.610.000 per gram.
Harga buyback Antam juga melemah Rp5.000 menjadi Rp2.374.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.379.000 per gram. Sementara itu, emas digital Treasury justru mencatat penguatan.
Pada pukul 10.00 WIB, harga beli emas digital Treasury mencapai Rp2.440.541 per gram. Angka tersebut naik Rp21.149 per gram dibandingkan harga penutupan sebelumnya yang berada di Rp2.419.392 per gram.
Perbedaan pergerakan tersebut menunjukkan respons harga emas digital Treasury terhadap perubahan pasar yang berlangsung cepat. Treasury memperbarui harga emas digital setiap menit sehingga pergerakannya dapat berubah mengikuti kondisi pasar.
Indikator Teknikal Masih Membuka Peluang Penguatan Emas
Pergerakan emas masih menunjukkan kecenderungan bearish berdasarkan indikator teknikal. Relative Strength Index atau RSI berada di level 46, yang menunjukkan tekanan jual sedikit lebih dominan meskipun indikator masih berada cukup dekat dengan area netral.
Di sisi lain, Stochastic RSI berada di level 69 dan menunjukkan kondisi beli atau long yang cukup kuat. Kondisi tersebut membuka peluang penguatan harga, tetapi investor tetap perlu mencermati perkembangan inflasi, kebijakan The Fed, serta situasi geopolitik global.
Dalam jangka pendek, ketiga faktor tersebut dapat menentukan arah harga emas berikutnya. Karena itu, investor perlu memperhatikan data ekonomi Amerika Serikat dan keputusan bank sentral sebelum mengambil keputusan investasi.
Treasury Membuka Investasi Emas Mulai Rp5.000
Fluktuasi harga emas dalam jangka pendek tidak menghilangkan potensi emas sebagai instrumen investasi jangka menengah dan panjang. Treasury menawarkan pembelian emas digital mulai dari Rp5.000 sehingga investor dapat mulai membangun aset secara bertahap.
Treasury juga menyediakan sejumlah fitur seperti Jamimas, Panen Emas dengan bunga hingga 9 persen per tahun, serta fasilitas penyimpanan dan transfer emas. Pengguna juga dapat mencetak tabungan emas digital menjadi emas fisik, koin, atau perhiasan melalui kerja sama dengan Antam dan UBS.
Dengan berbagai pilihan tersebut, investor dapat menyesuaikan strategi pembelian emas dengan kebutuhan dan tujuan finansial masing-masing.
