Harga Emas Antam Naik Rp 8.000 pada 10 Maret 2026 Setelah Sempat Anjlok
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458470/original/028995200_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-2.jpg)
PT Aneka Tambang Tbk menaikkan harga emas usai penurunan tajam sehari sebelumnya
Harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk kembali menguat pada perdagangan Selasa, 10 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi setelah harga emas sempat mengalami penurunan tajam pada hari sebelumnya.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp 8.000 menjadi Rp 3.047.000 per gram. Sebelumnya, pada perdagangan Senin, harga emas berada di level Rp 3.039.000 per gram setelah terkoreksi hingga Rp 55.000.
Kondisi ini menunjukkan adanya pemulihan harga meski masih berada di bawah level tertinggi yang sempat dicapai pada akhir Januari 2026.
PT Aneka Tambang Tbk meningkatkan harga buyback hingga Rp 2.802.000 per gram
Selain harga jual, PT Aneka Tambang Tbk juga menaikkan harga buyback atau pembelian kembali emas. Kenaikan ini membuat harga buyback mencapai Rp 2.802.000 per gram, atau naik Rp 14.000 dibandingkan hari sebelumnya.
Harga buyback menjadi acuan penting bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya. Dengan kenaikan ini, investor memiliki peluang mendapatkan nilai jual yang lebih baik dibandingkan hari sebelumnya.
Meski demikian, harga emas Antam masih berada di bawah rekor tertinggi yang tercatat pada 29 Januari 2026, yakni Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback saat itu mencapai Rp 2.989.000 per gram.
PT Aneka Tambang Tbk merilis daftar harga lengkap berbagai ukuran emas
Seiring kenaikan harga, PT Aneka Tambang Tbk juga merilis daftar harga emas untuk berbagai ukuran. Untuk ukuran terkecil 0,5 gram, harga tercatat Rp 1.573.500, sementara ukuran 1 gram berada di Rp 3.047.000.
Harga untuk ukuran 2 gram mencapai Rp 6.044.000 dan 5 gram sebesar Rp 15.050.000. Sementara itu, ukuran 10 gram dibanderol Rp 30.020.000.
Adapun untuk ukuran besar, harga 100 gram mencapai Rp 299.060.000, sedangkan emas 1.000 gram atau 1 kilogram dijual dengan harga Rp 2.987.600.000. Variasi harga ini memberi pilihan bagi investor sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.
CNBC melaporkan harga emas dunia turun akibat penguatan dolar AS
Di tengah kenaikan harga emas domestik, harga emas dunia justru mengalami penurunan. Laporan CNBC menyebut harga emas spot turun 1,5 persen menjadi USD 5.091,62 per ounce.
Kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga melemah 1,1 persen ke level USD 5.103,70 per ounce. Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar AS serta meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga.
Kondisi tersebut membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor global, sehingga menekan permintaan di pasar internasional.
Federal Reserve menjadi sorotan karena kebijakan suku bunga dan data inflasi AS
Pelaku pasar kini menaruh perhatian pada kebijakan suku bunga Federal Reserve serta rilis data inflasi Amerika Serikat. Data indeks harga konsumen (CPI) dan Personal Consumption Expenditures (PCE) menjadi indikator penting yang akan menentukan arah kebijakan moneter.
Selain itu, konflik di Timur Tengah juga turut memengaruhi pergerakan pasar. Ketidakpastian geopolitik mendorong permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, meskipun tekanan dari suku bunga tinggi tetap membayangi.
Dengan kombinasi faktor global dan domestik tersebut, pergerakan harga emas diperkirakan masih akan fluktuatif dalam waktu dekat.
