Harga Emas Antam Turun di Bawah Rp 3 Juta pada 14 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3149802/original/071712000_1591853665-20200611-Harga-Emas-Antam-Naik-ANGGA-4.jpg)
Harga Emas Antam Kembali Melemah Setelah Penurunan Beruntun
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatat penurunan pada perdagangan Sabtu, 14 Maret 2026. Penurunan ini melanjutkan tren melemah setelah sehari sebelumnya harga juga terkoreksi.
Berdasarkan data resmi dari Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp 24.000 menjadi Rp 2.997.000 per gram. Sebelumnya, pada Jumat, harga masih berada di level Rp 3.021.000 per gram. Koreksi ini membuat harga emas kembali berada di bawah ambang Rp 3 juta per gram.
Harga Buyback Antam Ikut Turun dan Menekan Nilai Jual
Seiring penurunan harga jual, Antam juga memangkas harga buyback atau pembelian kembali emas. Pada hari yang sama, harga buyback turun Rp 34.000 menjadi Rp 2.749.000 per gram.
Harga buyback ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya kembali ke Antam. Dengan penurunan tersebut, nilai jual emas ikut tertekan dibandingkan hari sebelumnya.
Sebelumnya, emas Antam sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 29 Januari 2026 dengan harga Rp 3.168.000 per gram. Sementara harga buyback saat itu mencapai Rp 2.989.000 per gram.
Daftar Harga Emas Antam Berdasarkan Pecahan di Butik Bandung
Antam juga merilis rincian harga emas berdasarkan ukuran berat yang tersedia di Butik Emas Logam Mulia Bandung. Harga untuk pecahan terkecil 0,5 gram dibanderol Rp 1.548.500, sedangkan 1 gram berada di Rp 2.997.000.
Selanjutnya, emas 2 gram dijual Rp 5.944.000 dan 3 gram sebesar Rp 8.898.000. Untuk ukuran lebih besar, harga 5 gram mencapai Rp 14.800.000 dan 10 gram sebesar Rp 29.520.000.
Harga terus meningkat seiring beratnya, di mana 25 gram dijual Rp 73.635.000 dan 50 gram Rp 147.105.000. Adapun 100 gram mencapai Rp 294.060.000, 250 gram Rp 734.840.000, hingga 1.000 gram menembus Rp 2.937.600.000.
Pelemahan Harga Emas Global Menekan Pergerakan Harga Domestik
Penurunan harga emas Antam sejalan dengan tren pelemahan harga emas global. Pada perdagangan internasional, harga emas dunia tercatat turun dan mengalami penurunan mingguan kedua secara berturut-turut.
Harga emas spot turun 0,5 persen menjadi USD 5.052,15 per ounce. Sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April melemah 1,3 persen ke level USD 5.061,70 per ounce.
Penguatan dolar Amerika Serikat menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Kondisi ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan cenderung menurun.
Kebijakan Moneter Ketat dan Inflasi Menahan Kenaikan Harga Emas
Ekspektasi kebijakan moneter yang tetap ketat turut menahan laju kenaikan harga emas. Bank investasi Commerzbank menilai suku bunga tinggi mengurangi daya tarik emas sebagai aset lindung nilai.
Selain itu, data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan konsumsi yang masih kuat dan inflasi yang belum mereda. Kondisi tersebut membuat pasar memperkirakan Federal Reserve belum akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat.
Situasi ini menambah tekanan pada harga emas karena investor cenderung beralih ke instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi.
Ketegangan Timur Tengah dan Gangguan Logistik Mempengaruhi Pasar
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah juga ikut memengaruhi pergerakan harga emas global. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait potensi serangan terhadap Iran meningkatkan kekhawatiran pasar.
Di sisi lain, gangguan pasokan minyak akibat konflik masih berlangsung, meskipun beberapa jalur logistik mulai pulih. Penerbangan dari Dubai yang kembali beroperasi memungkinkan distribusi emas global mulai berjalan kembali secara bertahap.
Kondisi geopolitik dan logistik ini terus menjadi faktor penting yang memengaruhi dinamika harga emas di pasar internasional maupun domestik.
