Harga Emas Antam Bertahan Stabil dan Buyback Turun pada 26 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458467/original/039196400_1621321943-20210518-Harga-Emas-Antam-3.jpg)
Antam Menahan Harga Jual Emas di Tengah Penurunan Buyback
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mempertahankan harga jual emas batangan pada Kamis, 26 Maret 2026. Berdasarkan pembaruan dari laman resmi Logam Mulia, harga emas tetap berada di level Rp 2.850.000 per gram, sama seperti hari sebelumnya.
Di sisi lain, Antam menurunkan harga buyback secara signifikan. Harga pembelian kembali emas turun Rp 17.000 menjadi Rp 2.490.000 per gram. Penurunan ini menunjukkan adanya tekanan di sisi permintaan jual kembali meskipun harga jual masih bertahan.
Harga buyback sendiri menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya ke Antam. Dengan demikian, selisih antara harga jual dan buyback tetap menjadi pertimbangan penting dalam transaksi emas.
Pasar Mengingat Rekor Harga Emas Antam yang Pernah Tembus Level Tertinggi
Meskipun saat ini harga cenderung stabil, pasar masih mengingat rekor tertinggi emas Antam yang terjadi pada 29 Januari 2026. Saat itu, harga emas mencapai Rp 3.168.000 per gram, sementara harga buyback menyentuh Rp 2.989.000 per gram.
Pergerakan harga yang fluktuatif ini menunjukkan bahwa emas tetap menjadi instrumen investasi yang sensitif terhadap dinamika global. Oleh karena itu, investor terus memantau perubahan harga untuk menentukan waktu terbaik dalam bertransaksi.
Kenaikan Harga Emas Dunia Mendorong Sentimen Positif Pasar Domestik
Di pasar global, harga emas menunjukkan penguatan setelah tekanan inflasi mereda. Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga emas dunia.
Harga emas spot tercatat naik hampir 2 persen ke level USD 4.558,81 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka untuk pengiriman April meningkat lebih dari 3 persen menjadi USD 4.552,30 per ounce.
Kondisi ini turut dipengaruhi oleh laporan mengenai upaya Amerika Serikat dalam meredakan konflik di Timur Tengah. Harapan terciptanya stabilitas geopolitik membuat investor kembali melirik emas sebagai aset lindung nilai.
Pernyataan Trump dan Respons Iran Menciptakan Ketidakpastian Baru di Pasar
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Iran untuk mencapai kesepakatan damai. Ia bahkan menunda rencana serangan terhadap infrastruktur energi Iran karena adanya proses negosiasi.
Namun demikian, Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat. Juru bicara militer Iran, Ebrahim Zolfaqari, menegaskan bahwa negaranya tidak akan membuat kesepakatan.
Perbedaan pernyataan ini menciptakan ketidakpastian baru di pasar global. Meski demikian, Iran tetap membuka jalur Selat Hormuz bagi kapal yang tidak bersifat bermusuhan, sehingga distribusi energi dunia masih dapat berjalan.
