Harga Emas Antam Merosot Rp 40.000 dan Buyback Turun Tajam pada 27 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5186928/original/035658900_1744629096-20250414-Harga_Emas_Batangan-AFP_1.jpg)
Antam Menyesuaikan Harga Jual Emas di Tengah Tekanan Pasar Global
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menurunkan harga emas batangan pada Jumat, 27 Maret 2026. Berdasarkan laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini berada di level Rp 2.810.000 per gram, turun Rp 40.000 dari perdagangan sebelumnya.
Antam juga memangkas harga buyback secara lebih dalam. Harga pembelian kembali emas turun Rp 76.000 menjadi Rp 2.414.000 per gram. Dengan demikian, masyarakat yang ingin menjual emas ke Antam akan menerima harga buyback yang jauh lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar emas domestik ikut merespons tekanan dari harga emas dunia. Meski begitu, Antam tetap menjadi acuan utama bagi banyak investor ritel di Indonesia karena pembaruan harganya mencerminkan sentimen global secara langsung.
Lonjakan Dolar AS dan Kenaikan Harga Minyak Menekan Emas Dunia
Di pasar internasional, harga emas juga melemah tajam pada perdagangan Kamis, 26 Maret 2026, atau Jumat waktu Jakarta. Harga emas spot turun 2,7 persen menjadi USD 4.384,38 per ounce, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April merosot 3,9 persen ke USD 4.376,3 per ounce.
Penguatan dolar AS membuat emas batangan menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Pada saat yang sama, kenaikan harga minyak memicu kekhawatiran inflasi dan mendorong ekspektasi suku bunga tetap tinggi lebih lama.
Analis Senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, menilai emas masih tertekan oleh kombinasi inflasi dan kebijakan moneter. Ia juga memperkirakan harga emas bisa turun di bawah USD 4.000 jika konflik berlanjut, tetapi berpeluang naik lagi mendekati USD 5.000 jika pasar melihat gencatan senjata dan prospek penurunan suku bunga.
Konflik Timur Tengah dan Data Tenaga Kerja AS Ikut Menggerakkan Pasar
Ketegangan di Timur Tengah tetap menjadi faktor penting dalam pergerakan emas. Harga minyak naik karena pasar khawatir gangguan pasokan akan berlanjut, sementara usulan Amerika Serikat untuk mengakhiri pertempuran memicu penolakan dari Iran karena dianggap sepihak dan tidak adil.
Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran mengizinkan 10 kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz sebagai isyarat niat baik. Namun, pasar masih menilai konflik ini sebagai sumber risiko utama bagi aset safe haven.
Di sisi lain, data baru menunjukkan permohonan tunjangan pengangguran AS hanya naik tipis. Kondisi itu memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga sambil tetap memantau risiko inflasi.
