Harga Emas Antam Naik Rp 27.000 pada 28 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3458470/original/028995200_1621321945-20210518-Harga-Emas-Antam-2.jpg)
Antam Menaikkan Harga Emas dan Buyback pada Perdagangan Sabtu
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan pada Sabtu, 28 Maret 2026. Kenaikan ini terjadi setelah harga pada perdagangan sebelumnya mengalami tekanan.
Mengacu pada situs resmi Logam Mulia, harga emas Antam hari ini mencapai Rp 2.837.000 per gram. Angka tersebut naik Rp 27.000 dibandingkan harga Jumat, 27 Maret 2026 yang berada di level Rp 2.810.000 per gram.
Seiring dengan itu, Antam juga menaikkan harga buyback emas. Harga pembelian kembali bertambah Rp 47.000 sehingga berada di posisi Rp 2.461.000 per gram. Harga buyback ini menjadi acuan bagi investor yang ingin menjual emasnya kembali ke Antam.
Kenaikan ini menunjukkan adanya penguatan minat pasar terhadap emas di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
Antam Menampilkan Daftar Harga Emas Berbagai Ukuran
Antam menyediakan berbagai pilihan ukuran emas batangan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investor. Untuk ukuran terkecil, harga emas 0,5 gram berada di Rp 1.468.500, sementara 1 gram dibanderol Rp 2.837.000.
Selanjutnya, harga emas 2 gram mencapai Rp 5.624.000 dan 3 gram Rp 8.418.000. Untuk ukuran 5 gram, Antam menetapkan harga Rp 14.000.000, sedangkan 10 gram berada di level Rp 27.920.000.
Harga untuk ukuran lebih besar juga mengalami penyesuaian. Emas 25 gram dijual Rp 69.635.000, 50 gram Rp 139.105.000, dan 100 gram Rp 278.060.000. Adapun ukuran 250 gram dibanderol Rp 694.840.000, 500 gram Rp 1.389.400.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.777.600.000.
Variasi harga ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat dalam menentukan strategi investasi sesuai kemampuan finansial masing-masing.
Kenaikan Harga Emas Global Mendorong Penguatan Harga Antam
Di pasar internasional, harga emas juga menunjukkan tren kenaikan signifikan. Pada Jumat, 27 Maret 2026, harga emas spot melonjak 3,6 persen menjadi USD 4.536,29 per ounce.
Selain itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April turut naik 3,6 persen ke posisi USD 4.533,70 per ounce. Kenaikan ini terjadi karena investor memanfaatkan momentum setelah harga sempat terkoreksi di awal pekan.
Analis pasar Daniel Pavilonis menyebut koreksi sebelumnya justru membuka peluang beli yang menarik. Menurutnya, harga emas sempat turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari sehingga memicu aksi masuk investor.
Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang masih berlangsung. Harapan terhadap de-eskalasi konflik turut memengaruhi pergerakan harga emas global.
Inflasi dan Kebijakan The Fed Turut Mempengaruhi Pergerakan Emas
Lonjakan harga energi akibat konflik turut memicu kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini kemudian memengaruhi arah kebijakan moneter, khususnya di Amerika Serikat.
Ekspektasi terhadap suku bunga menjadi salah satu faktor penting dalam pergerakan emas. Ketika suku bunga berpotensi naik, daya tarik emas biasanya tertekan karena tidak memberikan imbal hasil.
Namun demikian, sejumlah lembaga keuangan masih optimistis terhadap prospek emas. Commerzbank bahkan menaikkan target harga emas hingga USD 5.000 per ounce pada akhir tahun.
Bank tersebut memperkirakan ketegangan geopolitik akan mereda dalam beberapa bulan ke depan. Selain itu, Federal Reserve diprediksi kembali menurunkan suku bunga secara bertahap hingga pertengahan tahun depan.
