Harga Emas Antam Hari Ini 29 Maret 2026 Tetap Stabil di Tengah Gejolak Global
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383000/original/098357600_1760612392-4.jpg)
Jakarta – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Minggu, 29 Maret 2026, tidak mengalami perubahan dibandingkan perdagangan sebelumnya. Stabilnya harga ini terjadi di tengah dinamika pasar global yang masih dipengaruhi ketegangan geopolitik dan fluktuasi ekonomi.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam dipatok Rp2.837.000 per gram. Angka tersebut sama dengan harga pada hari sebelumnya, sehingga menunjukkan pergerakan stagnan dalam jangka pendek.
Selain itu, harga buyback atau harga jual kembali emas Antam juga tidak berubah. Antam menetapkan harga buyback di level Rp2.461.000 per gram, yang berarti investor akan menerima nilai tersebut saat menjual kembali emasnya.
Rekor Harga Emas Antam Masih Bertahan Sejak Januari 2026
Meskipun saat ini bergerak stagnan, harga emas Antam sebelumnya sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah. Pada 29 Januari 2026, harga emas Antam mencapai Rp3.168.000 per gram.
Pada saat yang sama, harga buyback juga mencatatkan level tertinggi di Rp2.989.000 per gram. Rekor tersebut menjadi acuan penting bagi pelaku pasar dalam melihat potensi pergerakan harga emas ke depan.
Data harga yang dirilis Logam Mulia Antam ini menjadi rujukan utama karena berasal dari sumber resmi dan memiliki tingkat akurasi tinggi.
Kenaikan Harga Emas Dunia Mendorong Optimisme Pasar
Di pasar global, harga emas menunjukkan penguatan signifikan menjelang akhir pekan. Pada perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, harga emas melonjak lebih dari 3 persen setelah sempat mengalami koreksi di awal pekan.
Harga emas spot naik 3,6 persen menjadi USD 4.536,29 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April juga meningkat 3,6 persen menjadi USD 4.533,70 per ounce.
Analis RJO Futures, Daniel Pavilonis, menilai penurunan harga sebelumnya memberikan peluang bagi investor untuk masuk kembali ke pasar. Ia melihat momentum ini dapat mendorong kenaikan harga secara bertahap dalam beberapa pekan ke depan.
Konflik Timur Tengah dan Inflasi Membentuk Arah Harga Emas
Ketegangan di Timur Tengah terus memengaruhi sentimen pasar global. Konflik yang telah berlangsung selama beberapa pekan memicu lonjakan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Harga minyak yang bertahan di atas USD110 per barel turut memperkuat tekanan inflasi. Kondisi ini membuat investor cenderung memilih emas sebagai aset safe haven untuk melindungi nilai kekayaan.
Di sisi lain, meningkatnya inflasi juga memengaruhi kebijakan moneter Amerika Serikat. Pelaku pasar kini menilai peluang penurunan suku bunga menjadi lebih terbatas, yang biasanya dapat menekan harga emas.
Namun demikian, sejumlah lembaga keuangan tetap optimistis terhadap prospek logam mulia ini. Commerzbank bahkan menaikkan target harga emas menjadi USD5.000 per ounce pada akhir tahun.
