Harga Emas Antam Turun Lagi pada 31 Maret 2026, Buyback Ikut Melemah
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
Antam Menurunkan Harga Emas dan Buyback pada Perdagangan Selasa
Jakarta – PT Aneka Tambang Tbk kembali menurunkan harga emas batangan pada Selasa, 31 Maret 2026. Penurunan ini melanjutkan tren negatif sejak awal pekan setelah sebelumnya harga juga terkoreksi cukup dalam.
Berdasarkan data resmi Logam Mulia, harga emas Antam turun Rp 10.000 menjadi Rp 2.827.000 per gram. Sebelumnya, harga masih berada di level Rp 2.837.000 per gram pada perdagangan Senin.
Selain itu, Antam juga memangkas harga buyback atau harga jual kembali emas. Nilainya turun Rp 11.000 menjadi Rp 2.477.000 per gram. Harga buyback ini menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual kembali emasnya ke Antam.
Penurunan harga ini memperpanjang tren koreksi setelah emas sempat mencetak rekor tertinggi pada 29 Januari 2026 di level Rp 3.168.000 per gram.
Antam Merilis Daftar Harga Emas untuk Berbagai Ukuran di Bandung
Antam juga memperbarui daftar harga emas batangan untuk berbagai ukuran yang tersedia di Butik Emas Logam Mulia (BELM) Bandung. Harga emas ukuran kecil hingga besar menunjukkan penyesuaian mengikuti penurunan harga dasar.
Harga emas 0,5 gram tercatat Rp 1.463.500, sementara ukuran 1 gram berada di level Rp 2.827.000. Untuk ukuran lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp 13.950.000 dan 10 gram mencapai Rp 27.820.000.
Selanjutnya, harga emas 25 gram dijual Rp 69.385.000, sedangkan 50 gram mencapai Rp 138.605.000. Untuk ukuran 100 gram, harga berada di level Rp 277.060.000.
Adapun emas ukuran besar seperti 250 gram dijual Rp 692.340.000, 500 gram Rp 1.384.400.000, dan 1.000 gram mencapai Rp 2.767.600.000.
Pasar Global Mendorong Harga Emas Dunia Menguat Dua Hari Beruntun
Di sisi lain, harga emas dunia justru mencatat penguatan dalam dua hari terakhir. Kenaikan ini terjadi karena meningkatnya permintaan aset aman di tengah konflik geopolitik yang memanas di Timur Tengah.
Harga emas spot naik 0,5 persen ke level USD 4.513,54 per ounce. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup menguat di posisi USD 4.524,30 per ounce.
Analis menyebut ketegangan antara Iran dan Israel menjadi faktor utama yang mendorong investor beralih ke emas sebagai aset lindung nilai. Konflik yang belum menunjukkan tanda mereda membuat pasar tetap waspada.
Tekanan Inflasi dan Suku Bunga Menahan Kenaikan Harga Emas
Meski mengalami kenaikan harian, harga emas secara bulanan justru mencatat penurunan tajam sepanjang Maret 2026. Emas telah melemah lebih dari 13 persen, menjadi kinerja terburuk sejak 2008.
Lonjakan harga energi meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa suku bunga akan tetap tinggi lebih lama, sehingga menekan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.
Ke depan, pelaku pasar akan mencermati berbagai data ekonomi Amerika Serikat seperti penjualan ritel, laporan tenaga kerja ADP, hingga nonfarm payrolls. Data tersebut akan menjadi penentu arah kebijakan suku bunga dan pergerakan harga emas selanjutnya.
