Harga Emas Antam Turun Tajam Rp55.000 pada 9 Maret 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382998/original/053653000_1760612390-2.jpg)
Pasar Menekan Harga Emas Antam di Awal Pekan
Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan signifikan pada perdagangan Senin, 9 Maret 2026. Koreksi harga ini mencapai Rp55.000 per gram dibandingkan posisi sebelumnya, sehingga memicu perhatian pelaku pasar.
Berdasarkan data resmi unit bisnis Logam Mulia, harga emas Antam kini berada di level Rp3.004.000 per gram. Sebelumnya, pada akhir pekan lalu, harga masih bertahan di Rp3.059.000 per gram. Penurunan ini mencerminkan tekanan yang terjadi baik dari faktor global maupun sentimen domestik.
Selain harga jual, harga buyback atau pembelian kembali juga ikut turun cukup dalam. Nilainya melemah Rp65.000 menjadi Rp2.757.000 per gram, yang menjadi acuan bagi masyarakat yang ingin menjual emasnya kembali.
Daftar Harga Emas Antam Menunjukkan Penyesuaian di Semua Ukuran
Penurunan harga emas Antam terjadi merata pada berbagai ukuran. Untuk ukuran 0,5 gram, harga tercatat Rp1.552.000, sementara 1 gram dijual Rp3.004.000.
Selanjutnya, ukuran 2 gram berada di Rp5.958.000 dan 3 gram Rp8.919.000. Untuk ukuran yang lebih besar, emas 5 gram dibanderol Rp14.835.000 dan 10 gram mencapai Rp29.590.000.
Harga juga mengalami penyesuaian pada denominasi besar. Emas 25 gram dijual Rp73.810.000, 50 gram Rp147.455.000, dan 100 gram mencapai Rp294.760.000. Sementara itu, ukuran 250 gram berada di Rp736.590.000 dan 500 gram Rp1.472.900.000.
Untuk ukuran terbesar, yaitu 1.000 gram, harga tercatat Rp2.944.600.000. Penyesuaian ini menunjukkan dampak penurunan harga yang konsisten di seluruh lini produk.
Pasar Global Membentuk Arah Pergerakan Harga Emas
Pergerakan harga emas domestik tidak terlepas dari dinamika global yang terus berubah. Pada awal pekan ini, harga emas dunia bergerak fluktuatif akibat pengaruh geopolitik dan kebijakan moneter Amerika Serikat.
Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi menilai harga emas masih memiliki peluang menguat apabila mampu menembus level resistance tertentu. Ia menyebutkan bahwa jika harga emas dunia melewati USD 5.229 per troy ons, maka harga emas dalam negeri berpotensi naik ke kisaran Rp3.095.000 per gram.
Namun, peluang penurunan tetap terbuka apabila tekanan pasar meningkat. Jika harga emas dunia turun ke level support USD 5.095, maka harga domestik bisa melemah ke sekitar Rp3.030.000 per gram.
Tekanan Global dan Kebijakan The Fed Menggerakkan Harga Emas
Ibrahim menjelaskan bahwa sejumlah faktor utama terus memengaruhi pergerakan harga emas, mulai dari ketegangan geopolitik hingga dinamika politik di Amerika Serikat. Selain itu, potensi perang dagang antarnegara juga turut memicu volatilitas pasar.
Di sisi lain, kebijakan suku bunga dari bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve menjadi faktor kunci yang menentukan arah harga emas. Kebijakan moneter yang ketat cenderung menekan harga emas karena investor beralih ke instrumen berbunga.
Dengan berbagai faktor tersebut, harga emas diperkirakan masih akan bergerak dinamis dalam waktu dekat. Oleh karena itu, pelaku pasar perlu terus mencermati perkembangan global sebelum mengambil keputusan investasi.
