Harga Emas Antam 2 Desember 2025 Naik Lagi, Cek Rinciannya di Sini!

Harga Emas Antam Kembali Menguat

PT Aneka Tambang Tbk (Antam) menaikkan harga emas batangan pada Selasa, 2 Desember 2025. Harga emas untuk ukuran 1 gram naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.425.000. Kenaikan ini melanjutkan tren penguatan yang terjadi sehari sebelumnya, ketika harga emas Antam berada di angka Rp 2.415.000 per gram.

Selain itu, harga buyback emas Antam juga naik Rp 10.000 menjadi Rp 2.286.000 per gram. Buyback merupakan harga yang ditetapkan Antam saat masyarakat ingin menjual emasnya kembali.

Rekor tertinggi harga emas Antam sebelumnya tercatat pada 17 Oktober 2025, dengan harga jual Rp 2.485.000 per gram dan harga buyback Rp 2.334.000 per gram. Semua data harga ini bersumber dari situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk, sehingga memiliki tingkat akurasi tinggi.

Daftar Harga Emas Antam Hari Ini

Berikut rincian harga emas Antam untuk 2 Desember 2025:

  • 0,5 gram: Rp 1.262.500
  • 1 gram: Rp 2.425.000
  • 2 gram: Rp 4.800.000
  • 3 gram: Rp 7.182.000
  • 5 gram: Rp 11.940.000
  • 10 gram: Rp 23.800.000
  • 25 gram: Rp 59.335.000
  • 50 gram: Rp 118.505.000
  • 100 gram: Rp 236.860.000
  • 250 gram: Rp 591.840.000
  • 500 gram: Rp 1.183.400.000
  • 1.000 gram: Rp 2.365.600.000

Kenaikan Harga Emas Dunia Dorong Antam Naik

Harga emas dunia juga menunjukkan penguatan signifikan. Pada perdagangan Senin, harga emas spot naik 0,2 persen menjadi USD 4.239,35 per troy ounce, level tertinggi sejak 21 Oktober 2025. Kontrak emas berjangka AS untuk Februari menguat 0,4 persen ke USD 4.273,30 per troy ounce.

Pelemahan dolar AS membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat. Selain itu, pasar memperkirakan The Fed akan segera menurunkan suku bunga. Menurut Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures, David Meger, kombinasi ekspektasi pemangkasan suku bunga dan tekanan inflasi yang masih tinggi mendorong harga emas dan perak naik.

Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga AS

Ekspektasi penurunan suku bunga semakin kuat setelah data ekonomi AS menunjukkan pelemahan. Komentar dovish dari pejabat The Fed, termasuk Gubernur Christopher Waller dan Presiden The Fed New York John Williams, membuat pelaku pasar memperkirakan peluang pemangkasan suku bunga pada Desember mencapai 87 persen.

Suku bunga rendah menguntungkan aset tanpa imbal hasil seperti emas, sehingga investor kembali memburu logam mulia. Pasar juga menantikan laporan ketenagakerjaan ADP November dan indeks Personal Consumption Expenditures (PCE) September, yang menjadi indikator inflasi utama The Fed.

Pasar Menunggu Pidato Ketua The Fed

Pidato Ketua The Fed Jerome Powell yang dijadwalkan Senin malam menjadi perhatian pelaku pasar untuk mendapatkan petunjuk kebijakan moneter selanjutnya. Spekulasi mengenai ketua The Fed berikutnya yang lebih dovish juga memberikan sentimen positif bagi harga emas dan perak. Meger menambahkan, tren emas dan perak masih kuat, bergerak sideways hingga cenderung naik.