Harga Emas Antam Melemah Sepanjang Pekan dan Ditutup di Bawah Rp 3 Juta
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2836176/original/077516600_1561369125-20190624-Emas-Antam-6.jpg)
Harga Emas Antam Mengawali Pekan dengan Penurunan Tajam pada 9 Maret 2026
Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) langsung tertekan pada awal pekan perdagangan. Pada Senin, 9 Maret 2026, harga emas anjlok sebesar Rp 55.000 per gram dan berada di level Rp 3.004.000. Penurunan ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa pasar sedang berada dalam tekanan.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback juga ikut turun signifikan sebesar Rp 65.000 menjadi Rp 2.757.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan sentimen negatif yang cukup dominan di awal pekan, sehingga pelaku pasar mulai bersikap lebih berhati-hati.
Harga Emas Antam Berbalik Naik Tipis pada Pertengahan Pekan
Setelah mengalami tekanan tajam, harga emas Antam mulai menunjukkan perbaikan pada Selasa, 10 Maret 2026. Harga naik Rp 8.000 menjadi Rp 3.047.000 per gram, menandakan adanya respons pasar terhadap koreksi sebelumnya.
Kenaikan berlanjut pada Rabu, 11 Maret 2026, dengan lonjakan lebih besar mencapai Rp 40.000. Harga emas pun menyentuh Rp 3.087.000 per gram, menjadi titik tertinggi dalam sepekan. Pada fase ini, pasar sempat menunjukkan optimisme meski belum bertahan lama.
Harga Emas Antam Kembali Turun Menjelang Akhir Pekan
Memasuki Kamis, 12 Maret 2026, harga emas kembali mengalami tekanan dengan penurunan Rp 45.000 ke level Rp 3.042.000. Tren ini menunjukkan bahwa kenaikan sebelumnya hanya bersifat sementara.
Tekanan berlanjut pada Jumat, 13 Maret 2026, ketika harga kembali turun ke Rp 3.021.000 per gram. Penurunan berturut-turut ini memperlihatkan dominasi sentimen negatif menjelang akhir pekan dan membuat investor kembali waspada.
Harga Emas Antam Ditutup di Bawah Rp 3 Juta pada 14 Maret 2026
Pada penutupan pekan, Sabtu, 14 Maret 2026, harga emas Antam akhirnya turun di bawah level psikologis Rp 3 juta. Harga tercatat Rp 2.997.000 per gram, menjadikannya titik terendah selama periode tersebut.
Penurunan ini menjadi sorotan utama karena menandakan melemahnya daya dorong harga emas di tengah dinamika global. Faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS dan kebijakan moneter turut memengaruhi kondisi ini.
Dengan tren yang fluktuatif namun cenderung menurun, investor kini semakin mencermati pergerakan pasar untuk menentukan strategi yang tepat. Situasi ini menunjukkan bahwa emas tetap sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi global.
