Harga Emas Dunia Melonjak pada 11 Maret 2026 Didukung Pelemahan Dolar AS
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2375575/original/026127600_1538739777-20181005-Emas-Antam-6.jpg)
Pasar global mendorong kenaikan harga emas hampir 2 persen dalam sehari
Harga emas dunia kembali mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Selasa waktu setempat atau Rabu, 11 Maret 2026 waktu Jakarta. Kenaikan ini terjadi seiring pelemahan dolar Amerika Serikat yang membuat emas menjadi lebih terjangkau bagi investor global.
Berdasarkan laporan CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi USD 5.231,79 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman April ditutup menguat 2,7 persen ke level USD 5.242,10.
Pergerakan ini menandai meningkatnya minat investor terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Pelemahan dolar AS dan turunnya harga minyak mengangkat daya tarik emas
Pelemahan dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas. Ketika nilai dolar turun, harga emas yang diperdagangkan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga permintaan meningkat.
Selain itu, penurunan harga minyak turut memengaruhi sentimen pasar. Harga minyak sebelumnya sempat melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun, namun kemudian turun setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik di Timur Tengah berpotensi segera berakhir.
Meski demikian, kondisi di lapangan belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Warga di Teheran melaporkan intensitas serangan yang masih tinggi, sehingga ketidakpastian tetap membayangi pasar.
Investor menilai kebijakan suku bunga The Fed tetap menjadi penentu utama
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada kebijakan suku bunga bank sentral AS, Federal Reserve. Investor memperkirakan bank sentral akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan 17–18 Maret 2026.
Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, Bart Melek, menyebut bahwa penurunan harga minyak masih menjaga tekanan inflasi, namun tidak cukup kuat untuk menghalangi kemungkinan penurunan suku bunga.
Dalam kondisi tersebut, emas tetap menarik sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi. Namun, daya tariknya bisa berkurang jika suku bunga tinggi karena emas tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen lainnya.
Harga logam mulia lain bergerak bervariasi mengikuti sentimen pasar
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga mengalami pergerakan beragam. Harga perak naik 2,7 persen menjadi USD 89,39, sementara platinum menguat 2,2 persen ke level USD 2.229,15.
Di sisi lain, paladium justru turun 0,9 persen menjadi USD 1.675,50. Variasi pergerakan ini mencerminkan dinamika pasar komoditas yang masih dipengaruhi berbagai faktor global.
Sementara itu, pasar juga menantikan rilis data ekonomi penting seperti indeks harga konsumen AS dan data Pengeluaran Konsumsi Pribadi yang akan memberikan gambaran arah kebijakan moneter ke depan.
