Harga Emas Dunia Melonjak dan Anjlok dalam Pekan Terakhir Januari 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4721215/original/050847100_1705711212-fotor-ai-2024012073921.jpg)
Harga emas dunia menembus rekor baru sebelum merosot tajam
Jakarta – Harga emas mencatat fluktuasi ekstrem pada pekan terakhir Januari 2026. Emas dunia sempat menembus level tertinggi sepanjang masa di USD 5.600 per ons sebelum turun lebih dalam dan lebih cepat dibanding periode sebelumnya. Meski begitu, penurunan akhir pekan tercatat kurang dari 2 persen secara keseluruhan.
Pada awal pekan, harga emas spot dibuka di USD 5.021,97 per ons. Pergerakan sesi awal relatif stabil dengan rentang sekitar USD 60 hingga mendekati USD 5.100. Koreksi singkat sempat menguji level support USD 5.000 per ons setelah penutupan pasar saham Amerika Serikat pada Senin. Tekanan besar muncul pada Jumat pagi, mendorong harga emas menyentuh titik terendah mingguan di USD 4.679,51 per ons. Upaya pemulihan gagal menembus kembali USD 5.000 sehingga harga emas bergerak liar di kisaran USD 4.840–USD 4.900 hingga akhir pekan.
Pelaku pasar menunjukkan pandangan berbeda mengenai arah emas
Survei mingguan Kitco News memperlihatkan perbedaan pendapat di Wall Street soal arah emas jangka pendek, sementara investor ritel tetap optimistis. Analis senior Barchart.com, Darin Newsom, menilai arah emas sulit diprediksi pekan ini karena pasar mencatat fluktuasi harian ratusan dolar. Presiden Asset Strategies International, Rich Checkan, memperkirakan harga emas akan naik karena janji suku bunga rendah mendukung logam mulia, meski penurunan Jumat bersifat jangka pendek. Adrian Day dari Adrian Day Asset Management menilai tren emas tetap kuat meski mengalami tekanan besar, karena harga kembali ke level tertinggi mingguan sebelumnya.
Hasil survei Kitco menunjukkan tujuh analis Wall Street (39 persen) memperkirakan emas akan mendekati USD 5.000 pekan depan, tujuh lainnya memperkirakan harga akan melemah, dan empat analis (22 persen) menilai pergerakan emas tidak menentu. Di sisi ritel, 73 persen dari 340 responden memperkirakan harga emas kembali menguat, 16 persen memprediksi pelemahan, dan 11 persen menilai harga cenderung stabil.
Pelaku pasar memantau data ekonomi dan keputusan bank sentral
Pekan ini, investor akan mencermati rilis data ekonomi penting, terutama sektor ketenagakerjaan. Pasar menyesuaikan pergerakan harga emas dengan potensi perubahan kebijakan suku bunga The Fed. Selain itu, beberapa bank sentral utama dunia dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga, termasuk Reserve Bank of Australia, Bank of England, dan Bank Sentral Eropa. Data PMI Manufaktur ISM, lowongan pekerjaan JOLTS, laporan ADP, klaim pengangguran mingguan, serta Nonfarm Payrolls AS dan survei Sentimen Konsumen Universitas Michigan akan menjadi fokus utama pergerakan emas pekan ini.
