Harga Emas Dunia Bergerak Fluktuatif di Awal Pekan 2026
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1369943/original/032417700_1476098428-20161010-Harga-emas-stagnan-di-posisi-Rp-599-Jakarta-AY6.jpg)
Investor melirik emas sebagai aset aman di tengah ketidakpastian global
Jakarta – Harga emas dunia bergerak fluktuatif pada awal pekan ini, Senin 2 Februari 2026, di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global. Meski mendapat dukungan sebagai aset lindung nilai, pergerakan XAU/USD masih rawan mengalami koreksi karena volatilitas tinggi di pasar internasional.
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai ketegangan geopolitik di Timur Tengah, perang dagang, dan sanksi ekonomi antarnegara mendorong investor kembali memilih emas sebagai aset aman. “Situasi ini membuat investor melirik emas untuk mengamankan portofolio mereka,” ujar Andy Nugraha. Lonjakan minat beli ini menjaga harga emas tetap atraktif meski pergerakannya belum stabil sepenuhnya.
Ekspektasi kebijakan moneter AS mendukung minat beli emas
Selain faktor geopolitik, ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan The Federal Reserve juga memengaruhi harga emas. Andy Nugraha menjelaskan bahwa peluang kebijakan dovish seiring melambatnya pertumbuhan ekonomi global membuat imbal hasil obligasi riil menurun. Kondisi ini meningkatkan daya tarik emas sebagai sarana diversifikasi dan pelindung nilai, karena emas tidak memberikan imbal hasil langsung namun tetap aman dari risiko mata uang.
Permintaan melalui Exchange Traded Fund (ETF) emas tetap kuat dan bahkan mencetak rekor baru, menjadi instrumen favorit bagi investor institusional maupun ritel untuk menghadapi risiko makroekonomi. Tren diversifikasi portofolio global turut memperkuat posisi emas, karena bank sentral dan institusi besar meningkatkan alokasi emas sebagai penyimpan nilai. Strategi ini menopang harga emas dalam jangka menengah hingga panjang.
Tekanan teknikal mengingatkan investor untuk waspada
Secara teknikal, Andy Nugraha memproyeksikan XAU/USD berpotensi menguat jika tren bullish berlanjut dan bisa menguji area USD 5.600 pada pekan depan. Namun, risiko pembalikan arah tetap ada. Jika harga menembus level kunci 4.565, tekanan jual kemungkinan meningkat dan XAU/USD dapat turun ke area 4.270. Pernyataan hawkish dari The Fed atau kenaikan imbal hasil obligasi AS dapat memperkuat dolar dan menekan harga emas. Investor disarankan memantau perkembangan geopolitik, arah kebijakan bank sentral, dan level teknikal sebelum mengambil keputusan.
